AMNT Setor Pajak Rp232 Milliar, Pendapatan Daerah NTB Jadi Rp6,12 Triliun di APBD Perubahan 2023

KETUA DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, menerima naskah penjelasan Gubernur terhadap nota keuangan APBD Perubahan 2023 dalam sidang paripurna DPRD, Rabu (13/9/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, MATARAM – Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menghadiri sidang paripurna DPRD NTB yang mengagendakan penjelasan Gubernur terhadap nota keuangan APBD Perubahan 2023. Menurut Bang Zul, panggilan karib Gubernur, Pendapatan Daerah sebesar Rp6,12 triliun mengalami kenaikan target 2,69 persen. Hal ini menyusul dalam APBD 2023 angkanya hanya Rp5,96 triliun.

Gubernur menyebut kenaikan tersebut merupakan akumulasi dari peningkatan pendapatan BLUD sebesar Rp235 miliar lebih, dan penurunan target pendapatan signifikan di komponen hasil kerja sama pemanfaatan BMD sebesar Rp333 miliar lebih. “Serta penambahan potensi pendapatan bagi hasil dari PT AMNT tahun 2022, yang tertuang dalam LHP BPK RI mencapai Rp232 miliar,” terangnya saat memberi sambutan, Rabu (13/9/2023).

Read More

Lebih lanjut dia merinci, Pendapatan Asli Daerah diproyeksikan menurun sebesar 0,1 persen atau setara dengan Rp2,97 miliar lebih. Rencana awal, PAD dianggarkan mencapai Rp2,982 triliun lebih. Selanjutnya pendapatan transfer diestimasikan meningkat Rp164 miliar lebih atau setara dengan 5,51 persen.

Sementara semula di APBD 2023 angkanya Rp2,97 triliun lebih, kini menjadi Rp 3,14 triliun lebih. “Untuk lain-lain pendapatan daerah yang sah yang berasal dari pendapatan hibah, juga kita prediksi menurun signifikan hingga 98,85 persen. Padahal semula Rp892 juta lebih menjadi hanya Rp10 juta,” ungkap politisi PKS itu.

Terkait belanja daerah yang direncanakan sebesar Rp6,17 triliun lebih, Bang Zul berkata angkanya bertambah Rp182 miliar lebih dalam APBD 2023. Semula hanya Rp5,99 triliun lebih atau meningkat sebesar 3,05 persen. “Untuk angka defisit mencapai Rp49,52 miliar akan ditutupi dari komponen pembiayaan,” urainya.

Dia memastikan penurunan belanja daerah di APBD Perubahan 2023 diperoleh dari akumulasi penambahan belanja badan layanan umum daerah (BLUD) sebesar Rp275 miliar lebih. Pun penambahan belanja untuk Pilkada sebesar Rp35 miliar. “Dan, yang utama, dalam rangka penyehatan APBD, semua item belanja daerah dilakukan pengurangan sangat signifikan,” lugasnya menandaskan. rul

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.