Akhir Kampanye Pilkada, Paslon di Tabanan Sembahyang di Pura Puser Tasik

  • Whatsapp
PENUTUPAN masa kampanye Pilkada Tabanan 2020 ditandai dengan sembahyang bersama kedua paslon di Pura Luhur Puser Tasik, Tabanan, Sabtu (5/12/2020) petang. Foto: ist
PENUTUPAN masa kampanye Pilkada Tabanan 2020 ditandai dengan sembahyang bersama kedua paslon di Pura Luhur Puser Tasik, Tabanan, Sabtu (5/12/2020) petang. Foto: ist

TABANAN – Akhir masa kampanye Pilkada Tabanan 2020 ditandai dengan persembahyangan bersama di Pura Luhur Puser Tasik, Desa Adat Kota Tabanan, Sabtu (5/12/2020) petang. Dalam kegiatan tersebut, KPU Tabanan juga mengundang kedua paslon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020, yakni I Komang Gede Sanjaya-I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira) dan AA Ngurah Panji Astika-I Dewa Nyoman Budiasa (Panji-Budi).

Hadir pula Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada, juga masing-masing tim pemenangan kedua paslon tersebut. Persembahyangan dipimpin oleh Jro Mangku Gede Pura Luhur Puser Tasik, I Nengah Kasub DS.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa, persembahyangan bersama sebagai tanda akhir masa kampanye tersebut, bertujuan sebagai wujud syukur kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa, karena tahapan pilkada hingga masa kampanye telah usai, serta berlangsung dengan lancar dan damai.

“Dengan berakhirnya masa kampanye ini, kami isi dengan kegiatan yang religius, yakni persembahyangan bersama. Di samping itu, juga bertujuan agar pilkada pada 9 Desember 2020 nanti bisa berjalan dengan baik. Untuk itu, kami sengaja mengundang kedua paslon dengan porsi yang sama,” ujar Weda Subawa yang didampingi Komisioner KPU Tabanan, Ni Putu Suaryani dan I Ketut Sugina.

Baca juga :  Permanenkan Ujungtombak, Golkar Karangasem Gelar Pelatihan Saksi

Usai persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan kegiatan bersama pula, yakni pelepasan APK (alat peraga kampanye) yang dilakukan secara simbolis. Kegiatan simbolis itu pun dilakukan di sekitar lokasi tersebut, supaya tidak ribet. Masing-masing kubu paslon dan pendukungnya melepas APK berupa spanduk, kemudian melipat dan menyerahkan ke KPU. Selebihnya, semua APK bisa dilepas dan tanpa harus menyerahkan ke KPU. “APK sudah difasilitasi cetak oleh KPU, sedangkan untuk pemasangan dan pembongkaran dilakukan masing-masing paslon,” ujar Weda. gap



Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.