Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Januari 2022, Dianggarkan Rp140 Triliun

  • Whatsapp
WAKETUM DPP Golkar yang juga Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia (tengah), saat menghadiri Musda X Partai Golkar NTB, beberapa waktu lalu. Foto: ist
WAKETUM DPP Golkar yang juga Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia (tengah), saat menghadiri Musda X Partai Golkar NTB, beberapa waktu lalu. Foto: ist

MATARAM  – DPR RI akan menggelar rapat kerja untuk kesiapan penyelenggaraan Pemilu 2024 mendatang. Rapat itu diagendakan dihadiri Menteri Dalam Negeri, Ketua KPU RI, Ketua Bawaslu RI, dan DKPP pada 6 September mendatang untuk pengambilan keputusan awal tahapan Pemilu 2024. Secara nominal, persiapan Pemilu, Pilpres dan Pilkada Serentak 2024 dianggap sangat mahal. 

Insya Allah tanggal 6 minggu depan kami akan menyelenggarakan rapat kerja Komisi II dengan Mendagri, ketua KPU, Bawaslu RI dan DKPP untuk menetapkan hasil tim kerja itu menjadi keputusan resmi. Itu jadi patokan kita untuk menyiapkan Pemilu 2024. Terlebih penyelenggara Pemilu telah mengajukan permohonan anggaran sekitar 140 triliun,” kata Ketua Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia, dalam diskusi daring yang disiarkan kanal Youtube KPU NTB, Senin (30/8/2021).

Bacaan Lainnya

Doli mengatakan, anggaran besar itu harus jadi perhatian semua pihak. Dengan begitu, semua pihak bersungguh-sungguh mewujudkan Pemilu Serentak dalam satu tahun kalender. “Kita juga harus memahami bahwa pelaksanaan Pilkada atau Pemilu 2024 adalah pemilu yang sangat mahal. Kalau saya hitung-hitung, apa yang diajukan KPU, Bawaslu, baik APBN, APBD, itu kita estimasi hampir 140 triliun,” tegas dia. 

Baca juga :  Kasta Ingatkan Disiplin Prokes Saat Upacara

Menurut Doli, KPU dan Bawaslu minta ada penambahan waktu, sehingga tahapan Pemilu 2024 akan berjalan selama 25 bulan. Dengan begitu Pemilu akan dimulai sekitar Januari 2022, dengan lima bulan awal merupakan tahapan internal penyelenggara pemilu. Itu berarti waktunya tidak lama lagi, karena tinggal hitungan bulan saja dimulai.

Komisi II, lanjut Doli, mengingatkan penyelenggara pemilu membangun konsep yang ideal untuk penyelenggaraan Pemilu 2024. Dia berharap ada perubahan signifikan yang memperbaiki kualitas Pemilu supaya hasilnya juga baik. Salah satunya dengan membangun desain Pemilu 2024, dan penyelenggara harus mengedepankan basis gagasan akademik dan pengalaman empirik pemilu sebelumnya. Jika terjadi hambatan regulasi, akan diselesaikan nanti.

“Untuk menerapkan desain ini, apakah semuanya mulus dengan regulasi yang ada. Jika dengan keinginan ideal itu ada hambatan regulasi, maka kemudian kita cari solusi terbaik seperti apa,” pesan politisi Partai Golkar tersebut. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.