DENPASAR – Tantangan besar menanti Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, untuk ditaklukkan dalam menapak Pileg 2024 mendatang. Demi bisa mewujudkan target meloloskan dua kader, minimal satu, ke DPR RI, partai besutan Prabowo Subianto itu mesti mendulang sekira 400 ribu suara.
“Kalau kita lihat perolehan suara partai lain yang bisa meloloskan dua kader ke Senayan itu sampai 380 ribuan, berarti kami harus mendapat sekitar 400 ribu suara. Itu target yang wajib kami perjuangkan,” seru De Gajah, sapaan karibnya, didampingi Ketua Dewan Penasihat DPD Partai Bali, I Dewa Gede Agung Widiarsana, Jumat (16/12/2022).
Dalam pandangannya, target suara sejumlah itu masih realistis. Kalkulasi politiknya juga tidak terlalu njlimet. Dengan asumsi perolehan suara masing-masing caleg DPR RI Gerindra rerata 60 ribu, dikalikan enam caleg saja sudah terkumpul 360 ribu suara. Ditambah suara partai sekira 50 ribu, Gerindra sudah mendapat 400 ribuan suara.
“Itu hitung-hitungan kami di internal, tapi realitanya tentu kami harus kerja keras mewujudkan itu. Terutama para caleg yang maju ke DPR RI, termasuk Pak Agung ini yang akan kami perjuangkan ke Senayan. Kan begitu ya?” cetus De Gajah sembari menepuk lengan Agung Widiantara yang duduk di sebelahnya. Yang ditepuk hanya manggut-manggut sembari tersenyum.
Untuk di Gerindra Bali, sambungnya, sejauh ini sudah memiliki tujuh nama kader laki-laki dan tiga kader perempuan yang akan berkontestasi ke DPR RI. Namun, jumlah kader yang dielus itu dipastikan akan bertambah lagi. Mereka ada yang berlatar belakang pengusaha, ada juga kalangan profesional. Hanya, dia tidak merinci lebih jauh siapa saja yang dijagokan Gerindra untuk mewakili Bali di parlemen pusat. Sebagai catatan, Dapil Bali memiliki kuota sembilan caleg DPR RI.
“Kalau untuk caleg perempuan, salah satunya Santi Sastra. Beliau itu kader sejak 2014, sempat caleg juga tapi kemudian vakum. Sekarang setelah saya memimpin DPD, beliau aktif lagi dan kami dorong ke Senayan,” terang politisi berpostur kekar itu.
Soal kemungkinan di antara caleg Gerindra akan rebutan suara, dia memahami situasi itu. Karena itu, dia sejak dini menegaskan sesama caleg mesti memiliki spirit untuk mengedepankan kepentingan dan membesarkan partai. Selain itu, sebelum ditetapkan sebagai caleg tetap, semua bakal caleg akan mengikuti seleksi di DPP Gerindra.
“Kalau sudah masuk caleg tetap, mereka akan mengikuti sekolah partai. Salah satu materinya tentang public speaking supaya paham bagaimana cara berkomunikasi, termasuk soal etika berkomunikasi,” tegasnya.
Terkait kemunculannya sebagai caleg Gerindra ke DPR RI, Agung Widiarsana mengaku terpanggil untuk mengabdi demi Bali. Sebagai putra daerah asal Desa Kendran, Tegalalang, Gianyar, dia lahir dan besar di Jakarta sebagai pengusaha. Bergabung ke Gerindra sejak 2012, kini dia menetapkan hati untuk menjadi representasi Bali di pusat pembuat regulasi.
Tidak mau cakap besar, dia mendaku banyak belajar dari tokoh senior partai untuk menggalang dukungan di masyarakat. Dia juga tidak mau sekadar menebar janji, tapi lebih pada bukti berbuat untuk masyarakat. “Tapi kalau hanya pribadi, seberapa banyak bisa kita bantu? Jika ada di pusat, makin banyak bisa kita bantu di Bali, juga untuk partai, dengan ikut mewarnai arah kebijakan pemerintah pusat melalui DPR RI,” urai pengusaha muda tersebut.
Yakin lolos mengingat kompetisi di Bali terbilang sengit dengan dominasi partai tertentu? “Optimis itu wajib, apalagi Gerindra pada 2024 pasti mengalami kenaikan dukungan dari publik dengan figur Pak Prabowo Subianto sebagai calon presiden,” sahutnya bernada yakin.
“Kami pun senang Pak Agung bersedia menjadi caleg ke DPR RI, dan optimis beliau akan jadi amunisi tambahan bagi kami untuk mewujudkan target dua, minimal satu, kader lolos ke Senayan,” sambung De Gajah memungkasi. hen






















