Agung Maha Diptha Pertama Ambil Formulir Balon Ketum KONI Bali, Klaim Sudah Dapat 34 Dukungan

DIDAMPINGI sejumlah pendukungnya dari PGI Bali, FORKI Bali dan FYI Bali, Anak Agung Ngurah Maha Diptha (kedua dari kiri) foto bersama dengan Ketua TPP Maryoto Subekti (kedua dari kanan). foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Sehari jelang penutupan pengambilan formulir, tiba-tiba Sekretariat Tim Penyaringan dan Penjaringan (TPP) Bakal Calon (Balon) Ketua Umum (Ketum) KONI Bali periode 2026-2030, Senin (2/3/2026) sore sekitar pukul 14.30 WITA, kedatangan tamu spesial yang siap menggebrak, merebut pucuk pimpinan induk organisasi olahraga di bumi Dewata ini.

Tamu itu adalah Anak Agung Ngurah Maha Diptha, yang kelahiran Singaraja 25 Mei 1964. Pria yang juga sebagai Komisaris Jasa Marga Bali Tol ini, datang untuk mengambil formulir Balon Ketum KONI Bali periode 2026-2030 dan menjadi calon pertama yang mengambil formulir tersebut.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana diketahui, periode pengambilan formulir pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 25 Februari dan ditutup pada Selasa (3/3/2026). Sementara, pengembalian formulir (berkas) pendaftaran Balon Ketum KONI Bali periode 2026-2030, terakhir pada 9 Maret mendatang, untuk selanjutnya TPP akan melakukan verifikasi.

Saat mengambil formulir, Agung Maha Diptha didampingi sejumlah pendukungnya seperti Gede Kurniawan dari Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) Bali, Ardy Ganggas dari Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bali, dan Agra Kumara dari Pengprov Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI) Bali.

Kedatangan Anak Agung Ngurah Maha Diptha diterima langsung Ketua Tim Penyaringan dan Penjaringan KONI Bali Dr. Maryoto Subekti bersama Sekretarsi TPP KONI Bali, Ida Bagus Dipta.

Kepada awak media, Agung Maha Diptha menjelaskan, kenapa dirinya mengambil formulir pasa Senin (2/3/2026). ”Sebagai orang Bali, saya percaya dewasa (hari baik). Dan hari Senin (2/3) memang hari baik, besok Selasa (3/3) pasah,” ungkapnya, seraya menyebutkan sudah mendapatkan 34 dukungan, termasuk 3 KONI kabupaten.

Menurutnya, KONI Bali adalah sebuah bangunan besar dan megah yang seharusnya menjadi tempat cabor-cabor bernaung. Karena itu, KONI Bali adalah fasilitator dari cabor-cabor tersebut. Bangunan yang kokoh ini seharusnya menjadi milik cabor-cabor.

“Jadi KONI Bali harus sebagai pelayan. Bukan hanya sebagai administrator, apalagi hanya sekadar birokrasi,” ujar Agung Maha Diptha, seraya berjanji akan mengembalikan marwah KONI Bali, menuju KONI Bali era baru. ”Semoga sebelum 9 Maret, saya sudah mengembalikan formulirnya,” imbuhnya.

Dengan klaim sudah mengantongi dukungan 34 suara, Agung Maha Diptha mengaku siap bersaing berebut ”kursi panas” Ketua Umum KONI Bali periode 2026-2030, yang akan ditentukan pada Musprov (Musyawarah Provinsi) KONI Bali, 23 Maret 2026 mendatang.

Dia juga senang disebut-sebut kuda hitam. ”Karena kebetulan tahun ini kan shio kuda api. Jadi eranya kuda ini. Secara umum, saya siap berkompetisi karena bagus untuk atmosfer olahraga Bali,” pungkas Agung Maha Diptha.

Agung Maha Diptha bisa jadi akan menjadi calon tunggal, sebab sejauh ini figur-figur lain yang digadang-gadang belum ada gerakan-gerakan fantastis. Termasuk Nengah Sukama yang konon mendapat rekomendasi dari Gubernur Bali I Wayan Koster. ”Kita tunggu saja sampai penutupan pengambilan formulir Selasa (3/3),” ucap Maryoto Subekti. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses