Ada Transmisi Lokal, Tes Cepat 7 Warga Bondalem Dinyatakan Reaktif, Ini Dampaknya

  • Whatsapp
TIM medis saat melakukan tes cepat terhadap sejumlah warga secara acak di Desa Bondalem, Buleleng. Foto: rik
TIM medis saat melakukan tes cepat terhadap sejumlah warga secara acak di Desa Bondalem, Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng bertindak cepat usai dua warga Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng, dinyatakan positif Covid-19 akibat transmisi lokal. Rabu (29/4/2020) melibatkan Puskemas Tejakula II, tim melakukan rapid test (tes cepat) terhadap warga desa setempat yang dicurigai pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi PDP 13 dan PDP 18. Hasilnya, empat pedagang di Pasar Desa Bondalem dan tiga warga dinyatakan positif.

Mengingat dua warga yang dinyatakan positif Corona lebih sering berada di Pasar Desa Bondalem, tim Gugus Tugas melakukan tes cepat terhadap warga yang berada di pasar secara acak. Ada 40 warga Bondalem yang dites cepat, terutama warga yang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi poisitif. Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna; Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra; Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa; dan Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto, ikut memantau jalannya tes cepat.

Bacaan Lainnya

Gede Supriatna mengatakan, sekarang ini persebaran Corona di Buleleng sudah melalui transmisi lokal. Untuk itu Supit, sapaan akrabnya, minta masyarakat mengikuti imbauan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut. Caranya, kata dia, dengan menjaga jarak fisik maupun menghindari kerumunan. Pun selalu menggunakan masker ketika keluar rumah. “Untuk para PMI saya minta agar disiplin, sehingga mengurangi risiko penyebaran Covid-19,” pesannya.

Baca juga :  Pelaku Remas Payudara Ditangkap, Empat Korban Lapor ke Polsek Pupuan

Dari tes cepat yang dilakukan tim medis Puskesmas Tejakula II, hasilnya terdapat empat pedagang dinyatakan reaktif. Tiga warga yang diketahui sempat melakukan kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi juga hasilnya tesnya reaktif. Tim medis yang diterjunkan ke Desa Bondalem mengambil sampel 39 orang untuk dites cepat, terdiri dari keluarga maupun 20 pedagang di Pasar Desa Bondalem.

“Ada sebanyak 39 orang dilakukan rapid test yang pernah melakukan kontak dengan pasien terkonfirmasi, jadi hanya sampel kami ambil untuk dites. Ada empat pedagang dan tiga keluarga hasil tesnya menunjukan positif,” jelas Sekretaris Gugus Tugas, Gede Suyasa.

Melihat hasil tersebut, Suyasa mengaku telah mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan bakal menutup pasar Desa Bondalem. Meski begitu, sambungnya, masih ada beberapa alternatif lain yang sedang dirancang. Opsi tersebut masih didiskusikan dengan Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, bersama perangkat Desa Bondalem.

Mengenai tujuh orang yang hasil tes cepatnya menunjukan reaktif, mereka dibawa ke Rumah Sakit (RS) Pratama Giri Emas untuk diisolasi serta dilakukan tes swab (lendir). Hasil tes swab itu akan dijadikan dasar untuk bisa mengambil kebijakan terhadap Desa Bondalem. “Ini masih dibahas untuk dicarikan solusi, sehingga mendapat kebijakan terbaik untuk desa setempat. Yang jelas, upaya strategisnya akan menyesuaikan dengan hasil lab nanti,” pungkas Suyasa.

Selain melakukan tes cepat di Desa Bondalem, tim medis juga melakukan tes cepat terhadap 36 orang di wilayah Tejakula. Hasilnya, ada satu orang dinyatakan reaktif. Di Kecamatan Banjar, dari 10 orang keluarga pasien yang terkonfirmasi positif, hasil tes cepatnya dinyatakan semua negatif.

Baca juga :  Ziadi : Pemuda Harus Diapresiasi Dengan Baik

Sebelumnya, Suyasa menyebut ada rencana Satgas melakukan tes cepat terhadap warga Desa Bondalem yang dicurigai pernah kontak dengan dua warga yang positif. Sesuai protap, dia menyebut akan melakukan pelacakan warga untuk dapat memastikan dengan siapa saja melakukan kontak. Kalau memang seluruh warga pasar harus dites cepat, dia bilang Gugus Tugas akan melakukan itu. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.