7 Tahun, Serapan Gabah Inovasi Bima Juara Minim

BUPATI Suwirta monitoring KUD Jaya Werdhi Takmung dan KUD Panca Satya Dawan, Selasa (10/5/2022). Foto: ist

KLUNGKUNG – Selama tujuh tahun program inovasi Bima Juara (Beli Mahal Jual Murah) berjalan, evaluasi serapan gabah dari petani masih di kisaran rata-rata 10 persen, atau tidak mengalami pergerakan.

Karena kondisi itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, melakukan monitoring dan evaluasi KUD Jaya Werdhi Takmung dan KUD Panca Satya Dawan, Selasa (10/5/2022).

Bacaan Lainnya

Dari hasil pengamatannya, Bupati menilai rerata di kisaran 10 persen itu karena pasarnya masih cenderung ke PNS saja. Untuk pasar umum tidak begitu banyak, karena keterbatasan KUD dalam membeli gabah petani.

“Setelah kami telusuri, KUD yang diberi peran harus bisa melihat peluang, harus berani mengambil terobosan ekspansi dengan melakukan pinjaman-pinjaman bank, untuk menyiapkan infrastruktur pendukung lainnya. Jadi, peran KUD bisa kita optimalkan,” paparnya.

Suwirta juga minta BUMDes untuk berperan aktif dalam penyaluran beras ini, sehingga KUD mendapat pesanan lebih banyak dan bisa melakukan gebrakan yang lebih banyak.

“Kalau inovasi ini berjalan dengan baik, maka ketiga komponen akan berjalan dengan baik yakni, petani mendapat harga jual gabah yang lebih tinggi, KUD bermain di volume usaha, dan masyarakat mendapat beras dengan harga murah,” ulas Suwirta. baw

Baca juga :  Pejuang Bravo 5 Bali Gelar Sarasehan Potret Kerukunan Umat Beragama

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.