6 Kematian Akibat Rabies di Buleleng, Permintaan VAR Meningkat

DIRUT RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD. Foto: rik

BULELENG – Kasus gigitan anjing liar berpotensi rabies terbilang tinggi di Buleleng. Tercatat ada 6 orang yang meninggal akibat gigitan anjing rabies pada triwulan pertama tahun 2022. Angka kematiam akibat rabies ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.

Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha, Sp.PD, mengatakan, pada tahun 2021 hanya terdapat satu kasus kematian akibat gigitan anjing rabies.

Read More

“Lonjakan cukup tinggi. jika tahun sebelumnya 1 kasus, di tahun ini untuk triwulan awal sebanyak 6 kasus kematian akibat rabies,” kata Arya Nugraha, belum lama ini.

Menurut Arya Nugraha, penyebab kasus kematian ini sebagian besar dikarenakan terlambat penanganan setelah digigit anjing. Sebab, jika selama 6 bulan atau lebih setelah digigit tidak mendapatkan vaksin anti rabies (VAR), maka berisiko kematian. Selama rentang waktu itu merupakan masa inkubasi virus rabies.

“Jadi, harus perhatikan masa inkubasi rabies, dalam banyak kasus antara 6 bulan hingga 2 tahun. Dan itu juga tergantung lokasi gigitan, bahkan bisa lebih cepat antara 3 minggu hingga 1 bulan,” jelas Arya Nugraha.

Meksi demikian, tidak semua kasus gigitan anjing akan terjadi suspect rabies. Ciri anjing yang mengalami rabies sangat mudah diidentifikasi, yakni tandanya gejala sakit, gaduh, gelisah, dan liar serta menggigit siapapun tanpa alasan, tidak saja manusia tapi semua yang menjadi sasaran.

Setelah menggigit, jika anjing itu masih dalam kondisi baik-baik saja, maka dipastikan tidak rabies. Sebaliknya, jika anjing tersebut mati dalam kurun waktu 3 hingga 7 hari, maka dipastikan rabies. Sehingga orang yang terkena gigitan anjing tersebut secepatnya harus mendapatkan VAR.

Selain angka kematian, RSUD Buleleng juga mencatat adanya pemakaian VAR yang cukup tinggi. Hingga bulan Juni 2022, sebanyak 303 orang telah meminta untuk divaksinasi antirabies itu. Hal ini diakibatkan karena meningkatnya kasus gigitan anjing yang berpotensi rabies.

“Warga yang divaksin VAR hingga bulan ini sebanyak 303 orang. Dan itu untuk 4 kali suntikan dengan rentang waktu berbeda,” pungkas Arya Nugraha. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.