40 Tahun SMPN 6 Denpasar, Sekolah Berkualitas dan Berprestasi, Siswanya Pemilik Masa Depan

  • Whatsapp
PUNCAK HUT ke-40 SMPN 6 Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Nyoman Suci. Foto: tra
PUNCAK HUT ke-40 SMPN 6 Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Nyoman Suci. Foto: tra

DENPASAR  – SMPN 6 Denpasar (Spensix), Kamis (28/10/2021) genap berusia 40 tahun. Momentum HUT yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda itu tak mau dilewati tanpa makna.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, perayaan HUT diisi dengan acara syukuran yang ditandai dengan pemotongan tumpeng HUT oleh Kepala SMPN 6 Denpasar, Dra. Ni Nyoman Suci, M.Pd. Juga digelar pentas seni dengan menampilkan tari pembuka yakni Tari Mahkota Dewa yang merupakan tari kebesaran SMPN 6 Denpasar dan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba intern dan ekstern melibatkan siswa SD se-Kota Denpasar.

Bacaan Lainnya

Pencetus ide Tari Mahkota Dewa dan Direktur Tari Mahkota Dewa adalah Kasek Nyoman Suci, dengan penata tari, Putu Dewi Kania Ana Surya, S.Pd.H., dan penata kerawatin dan penata vokal, I Made Widiarta. Sebagai pemuncak acara diisi pentas janger dengan penari para guru dan pegawai SMPN 6 Denpasar, termasuk Kasek Nyoman Suci ikut menari janger.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya; dan Ketua Komite SMPN 6 Denpasar, I Made Adi Widnyana, yang hadir saat itu mengapresiasi kreativitas seni siswa, guru, dan pegawai SMPN 6 Denpasar tetap hidup di tengah situasi pandemi Covid-19.

Baca juga :  Pemkab Buleleng Siapkan Sembako untuk Warga Desa Bondalem yang Dikarantina

Kasek Nyoman Suci menegaskan, di usia 40 tahun , Spensix tetap tampil berkualitas dan berprestasi. Ini dibuktikan sekalipun di masa pandemi Covid-19 siswanya terus mencetak prestasi lewat lomba virtual.

Dia menegaskan, momentum HUT ke-40 dipakai untuk meningkatkan kualitas guru. Mereka adalah kunci PBM berkualitas. Fungsi dan peran guru ini tak bisa digantikan oleh teknologi dan robot. Karenanya, Nyoman Suci, mengajak seluruh warga SMPN 6 Denpasar berperilaku seperti tamanan Mahkota Dewa.

Tanaman Mahkota Dewa dapat dijadikan sebagai obat tradisional, begitupun dengan warga SMPN 6 Denpasar dapat menjadi obat alias berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Makanya, pada kesempatan istimewa itu, Nyoman Suci menyampaikan terima kasih kepada guru yang terus memompa semangat siswa untuk tidak berhenti berprestasi lewat motivasi dan semangat bekerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja tuntas, dan kerja iklas.

Sementara itu, IGN Eddy Mulya, menekankan, melihat perkembangan SMPN 6 Denpasar, ia yakin siswanya menjadi pemilik masa depan dan berkarakter. Alasannya, mereka diproses secara berkualitas dengan tata kelola pendidikan yang baik dilandasi hati, niat, batin, dan semangat menjadikan SMPN 6 Denpasar sekolah favorit.

Mengimplementasikan semangat Merdeka Belajar, guru-guru diingatkan senantiasa memposisikan diri sebagai pemimpin pembelajaran, kepala sekolah sebagai pemimpin organisasi, dan siswa aktif dan proaktif supaya terjadi diskusi multiarah. Semangat ini akan melahirkan pelajar berjiwa Pancasila. Kepercayaan masyarakat pada SMPN 6 Denpasar, juga diingatkan Eddy Mulya, harus selalu dijaga. Ia yakin, dari input yang baik akan melahirkan murid berprestasi luar biasa. Makanya, ia mendorong guru-guru berkomitmen menginjeksikan ilmu pengetahuan kepada siswa agar mereka menjadi pemilik masa dan mampu memedomi semangat “Taki Takining Sewaka Guna Widya” yang  berarti orang yang menuntut ilmu wajib mengejar pengetahuan dan kebajikan. Oleh karena itu, jika sudah punya ilmu maka perlu wajib diamalkan dan dilaksanakan untuk hal-hal yang baik. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.