213 Ribu Warga Karangasem Divaksin, Bupati Dana Terima Kasih ke Nakes dan Masyarakat

  • Whatsapp
BUPATI Karangasem, I Gede Dana. Foto: ist
BUPATI Karangasem, I Gede Dana. Foto: ist

KARANGASEM – Sebanyak 213 ribu warga Karangasem saat ini sudah mendapat vaksin Covid-19. Capaian tersebut makin mempercepat terwujud harapan Bupati Karangasem, I Gede Dana, menjadikan wilayahnya sebagai zona hijau Covid-19 pertama di Bali.

Dana mengakui target sasaran vaksinasi yang dicapai itu tidak terlepas dari makin tumbuhnya kesadaran masyarakat divaksin. Selain itu kerja keras semua pihak, mulai dari tenaga kesehatan (nakes), vaksinator, TNI/Polri, perbekel, pecalang dan pemangku kebijakan lainya juga menjadi pemantik kesuksesan vaksinasi berbasis banjar tersebut. 

Bacaan Lainnya

“Ini capaian sangat luar biasa. Atas nama pribadi dan Pemerintah Karangasem saya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi terhadap kesuksesan vaksinasi massal ini,” ucapnya, Selasa (15/6/2021).

Apresiasi terhadap nakes tersebut, kata dia, tidak berlebihan. Sebab, petugas vaksinator bekerja maraton dari satu kecamatan ke kecamatan lain. Bahkan hari Minggu mereka tetap bekerja karena vaksinasi dilaksanakan setiap hari libur. “Bayangkan, petugas medis dari Puskesmas Kubu harus datang ke Kecamatan Manggis untuk melakukan vaksinasi hingga malam,” pujinya.

Menurut Bupati, ketulusan kerja vaksinator itu membuat lebih dari 213 ribu warga masyarakat menerima vaksin dosis 1. Dia berharap warga yang belum divaksin agar tidak takut divaksin, dan tidak mempercayai berita hoaks berkaitan vaksin Covid-19 ini. Apalagi vaksinasi merupakan salah satu cara meningkatkan imun tubuh agar lebih kuat. “Target saya Kabupaten Karangasem menjadi kabupaten pertama zona hijau Covid-19. Tujuannya mempercepat pergerakan perekonomian masyarakat,” ulasnya. 

Baca juga :  Kasus Positif Covid-19 di Bali Bertambah 56 Orang, Klungkung Penyumbang Terbanyak

Kadis Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama, memaparkan, vaksinasi dosis kedua akan dilaksanakan pada Juli mendatang. “Sama seperti sebelumnya, tenaga kesehatan akan kita optimalkan dari masing-masing puskesmas, RSUD, rumah sakit swasta maupun dari Dinas Kesehatan,” pungkasnya. nad

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.