JEMBRANA – Jumlah pasien sembuh Covid-19 di Jembrana terus bertambah. Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana kembali memulangkan dua pasien positif usai menjalani perawatan di Ruang Isolasi RSU Negara, setelah hasil tes swab (sampel lendir) mereka negatif dua kali berturut turut. Catatan ini menunjukkan angka kesembuhan pasien positif Covid-19 Jembrana mencapai 91 persen.
Kesembuhan pasien tersebut disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jembrana, sekaligus Bupati Jembrana, I Putu Artha, di halaman belakang RSU Negara, Selasa (19/5/2020). Dia menjelaskan, dari pemeriksaan swab yang diambil tanggal 15 dan 18 Mei 2020, mereka dinyatakan negatif. Sebelumnya, satu pasien positif sembuh asal Desa Perancak merupakan PMI yang menjalani karantina hotel.
Dia dirawat di Ruang Isolasi RSU Negara sejak 2 Mei 2020, berdasarkan hasil tes cepat reaktif. Pasien sembuh asal Desa Ekasari dirawat di Ruang Isolasi RSU Negara sejak 16 April 2020 berdasarkan hasil tes cepat reaktif. Sebelum dinyatakan sembuh, pasien ini total sudah menjalani pemeriksaan swab sebanyak 11 kali. “Pasien sembuh Covid-19 ini dua warga PMI asal Desa Perancak dan Desa Ekasari Melaya. Sedangkan PDP sembuh juga warga PMI asal Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo,” kata Artha.
Lebih lanjut dia mengatakan, adanya kesembuhan tersebut membuat dia bersyukur. Tak lupa dia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras seluruh petugas medis, yang mampu membuat angka kesembuhan di Jembrana bertambah. Menurut Artha, pasien yang dinyatakan sembuh ini sudah menjalankan seluruh rangkaian prosedur kesehatan dan perawatan, sehingga bisa dinyatakan sembuh.
Untuk itu, dia mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak boleh lengah meski hampir semua pasien di Jembrana dinyatakan sembuh. “Saya berharap masyarakat tetap waspada dengan mengikuti ketentuan protokol penanganan Covid-19 yang dianjurkan pemerintah. Harus dilakukan dengan tertib agar pandemi ini segera berakhir,” pesannya.
Salah satu pasien sembuh, Putu Hendra Adnyana (25), PMI asal Desa Ekasari, Kecamatan Melaya menuturkan riwayat perjalanannya sebelum terdeteksi Covid-19. Sebelum tiba di Bali dari perjalanan di Amerika, dia sempat transit di Madrid, Spanyol dan Jakarta. Tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai dia juga sempat menjalani tes cepat dengan hasil negatif, dan menjalakan penjarakan fisik setelah di rumah. “Saya dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes ulang rapid test (tes cepat) yang diambil Puskesmas I Melaya, lanjut dirawat di ruang isolasi hingga pulang hari ini,” cetusnya penuh syukur.
Dia mendaku mendapat perawatan sangat baik selama dirawat di ruang isolasi oleh jajaran paramedis isolasi. Mereka juga rutin mengingatkan untuk berolahraga di ruangan, meski sekadar olahraga ringan sebatas untuk berkeringat serta meningkatkan imunitas. Selain itu selama menjalani perawatan juga rutin diberi obat antivirus dan minum multivitamin. “Terima kasih atas dukungan dan pelayanan diberikan jajaran medis Jembrana, terutama petugas isolasi, yang telah merawat kami dengan baik,” pujinya. 024
























