13 Guru dan 1 Satpam Positif Covid-19, PTM di SMPN 3 Singaraja Dihentikan Sementara

KADISDIKPORA Buleleng, Made Astika, saat memantau pelaksanaan test antigen secara acak di salah satu sekolah di wilayah Singaraja. Foto: rik

BULELENG – Penerapan proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang berlangsung di SMPN 3 Singaraja untuk sementara waktu dihentikan. Ini menyusul adanya 13 orang guru dan 1 satpam di sekolah tersebut dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 dari hasil tes yang dilakukan secara acak di beberapa sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Made Astika, mengatakan, Disdikpora Buleleng melakukan upaya mitigasi penyebaran Covid-19 terhadap 9 satuan pendidikan (sekolah) yang ada di wilayah Singaraja termasuk SMPN 3 Singaraja.

Read More

Hasilnya, ada 52 orang baik itu guru, siswa, hingga satpam dinyatakan positif terpapar Covid-19. Sebagai bentuk langkah antisipasi, maka dilakukan upaya menutup satu sekolah yakni SMPN 3 Singaraja akibat 13 orang guru dan 1 orang satpam yang hasil tesnya dinyatakan reaktif.

Penutupan itu tentunya berimbas pada penghentian selama 5 hari proses PTM di sekolah tersebut. “Saat sekolah ditutup, bukan berarti pembelajaran tidak berjalan. Tapi, proses pembelajarannya hanya dilakukan secara daring atau online,” kata Astika, Selasa (1/2/2022).

Langkah penutupan sekolah ini, menurut Astika, dilakukan karena setelah dilaksanakan tes swab. Hasilnya, jumlah kasus melebihi angka 5 persen, sehingga langkah penutupan sementara waktu ini dilakukan. Sedangkan untuk beberapa sekolah yang sampai sekarang ini masih melakukan PTM, tetap ditekankan agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

‘’Kami tetap mengungatkan kepada seluruh satuan pendidikan agar selalu bisa menerapkan protokol kesehatan dengan ketat serta disiplin baik itu di dalam sekolah maupun diluar sekolah. Ini hanya untuk keselamatan bersama, sehingga terhindar dari paparan Covid-19,’’ ujar Astika.

Ke depan jika di suatu sekolah ada salah satu kelas yang siswanya terpapar Covid-19, maka proses PTM tidak diberhentikan semuanya. Melainkan hanya satu kelas yang pembelajarannya dilakukan secara daring. ‘’Kalau di bawah 5 persen dari ketentuan, maka dalam satuan pendidikan tersebut hanya ditutup satu kelas saja,’’ pungkas Astika. rik

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.