GIANYAR – Yayasan Tungked Werdha Bali kini memiliki satu unit mobil ambulans bantuan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Gianyar. Bantuan diserahkan kepada yayasan yang khusus memberi perhatian kepada para lanjut usia (lansia) itu, Sabtu (19/2/2022).
Pembina Yayasan Tungked Werdha, I Nyoman Parta, yang juga anggota Fraksi PDIP DPR RI, Minggu (20/2/2022) mengatakan, ambulans ini akan melayani para lansia secara gratis. Namun, khusus untuk para lansia kurang mampu, telantar atau ditelantarkan. Ia berujar selama ini banyak lansia tidak tertangani karena persoalan transportasi.
“Ketika relawan mengelilingi Bali mencari lansia, ternyata banyak kebutuhan terutama ketika lansia tersebut sakit. Seperti karena tak punya uang, akhirnya bapak-ibunya dibawa pakai sepeda motor ke rumah sakit, akhirnya tak sampai ke rumah sakit,” jelasnya.
Politisi asal Desa Guwang, Sukawati ini tidak ingin kisah-kisah pilu seperti itu terus terjadi di Bali. Karena itu dia minta bantuan ambulans ke BRI Cabang Gianyar. “Ambulans ini kita niatkan untuk membantu lansia, kita punya 10 sopir yang siap mengantarkan. Kita komit jam berapapun dihubungi harus siap, jangkauan usahakan di Bali,” terangnya.
Untuk selanjutnya Parta mendaku akan minta bantuan ke BUMN lainnya di Bali. Hanya, sementara ini akan dimaksimalkan ambulans dari BRI Cabang Gianyar.
Kondisi lansia di Bali selama ini, ucapnya, sangat memprihatinkan.
Pada tahun 2018 lalu, jumlah lansia telantar dan ditelantarkan mencapai 13.400 orang. “Tapi jumlah yang lebih besar atau sekitar 80 persen, kebanyakan tidak aktif di banjar,” tandasnya.
Manajer BRI Cabang Gianyar, Ahmad Sudiana, mengaku bersyukur bisa ikut memberi solusi kepada lansia di Bali. “Alhamdulillah kami bisa berkontribusi memberikan solusi terhadap lansia telantar dan ditelantarkan. Mudah-mudahan bantuan satu unit ambulans ini bisa mengakomodir kegiatan membantu lansia,” sebutnya.
Ketua Yayasan Tungked Werda Bali, Ketut Putra, menambahkan, pihaknya berapa kali membawa lansia kurang mampu ke rumah sakit. Karena tidak ada ambulans dan keterbatasan biaya menyewa ambulans, dia terpaksa membawa mereka menggunakan sepeda motor. “Januari 2022 kami kunjungi delapan lansia, kondisinya memprihatinkan. Kalau mereka sakit, kami antar mereka pakai sepeda motor,” lugasnya.
Lansia telantar di Bali ada empat kategori. Pertama, terlantar di rumah sendiri karena tanpa keluarga. Kedua, ditinggal keluarga karena kepentingan tertentu. Ketiga, dalam kondisi miskin sekali. “Keempat, tidak dapat pekerjaan,” ujarnya menandaskan. adi























