Waspada! Tiga Hari Berturut-turut, Tambahan Kasus Positif Lebih Dominan dari Pasien Sembuh

  • Whatsapp

DENPASAR – Dalam tiga hari berturut-turut hingga Jumat (13/11/2020), perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali didominasi tambahan kasus positif baru yang jumlahnya lebih banyak dari pasien yang dinyatakan sembuh.

Kondisi ini secara langsung menambah jumlah kasus aktif (pasien dalam perawatan) yang kini berjumlah 624 orang, padahal kasus aktif sempat menurun hingga di angka 555 orang (4,50%) pada Selasa (10/11/2020) lalu.

Bacaan Lainnya

Terkini, dari data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Jumat (13/11/2020), tambahan kasus positif baru sebanyak 64 orang (63 transmisi lokal dan 1 PPDN) atau tiga orang lebih banyak dari pasien sembuh yang berjumlah 61 orang.

Sementara pada Rabu (11/11/2020), kasus positif baru melonjak 93 orang atau 40 orang lebih banyak dari pasien yang dinyatakan sembuh sebanyak 53 orang. Pun pada Kamis (12/11/2020), tambahan terkonfirmasi positif juga kembali lebih dominan yakni sebanyak 89 orang sedangkan pasien sembuh hanya 61 orang. Itu artinya, dalam tiga hari beruntun, lonjakan kasus positif baru mencapai 246 orang.

Dari 64 orang yang terpapar covid-19 dilaporkan seluruh kabupaten/kota, dimana Kabupaten Badung menjadi penyumbang terbanyak 17 orang. Disusul Denpasar (11), Gianyar (10), Klungkung (9), Jembrana (6), Tabanan (4), Karangasem dan Buleleng masing-masing 3 orang, Bangli 1 orang

Baca juga :  Sambut Penerbangan Internasional, BPPD Denpasar Ingatkan CHSE dan Optimalkan Strategi 3 T

”Dengan demikian, secara kumulatif sampai hari ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 12.583 orang (12.552 WNI dan 31 WNA) yang didominasi transmisi lokal sebanyak 12.182 kasus,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Jumat (13/11/2020).

Di sisi lain, Kabupaten Badung juga mencatatkan pasien sembuh terbanyak yakni 19 orang, atau dua orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru. Disusul Gianyar (13), Tabanan (9), Denpasar dan Buleleng masing-masing 7 orang, Bangli (4) dan Jembrana (2). Total pasien sembuh di Bali kini berjumlah 11.555 orang (91,83%) dengan rincian 11.528 WNI dan 27 WNA.

Made Rentin juga menyampaikan kabar duka di hari yang sama, dimana ada tambahan satu pasien meninggal dunia yang merupakan warga Denpasar. Total kasus meninggal akibat covid-19 di Bali kini berjumlah 404 orang (3,21%) dengan rincian 401 WNI dan 3 WNA.

”Kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali sebanyak 624 orang (4,96%) dengan rincian 623 WNI dan 1 WNA, yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” imbuh Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu.

Menyikapi lonjakan kasus positif dalam tiga hari terakhir, Made Rentin kembali mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat Bali agar meningkatkan kewaspadaan dan disiplin mematuhi protokol kesehatan. ”Tetaplah waspada dan patuhi protokol kesehatan dimanapun kita berada. Covid-19 musuh tak kasat mata, mengincar tiap momen kelengahan kita,” tegasnya.

Baca juga :  Oven Kayu Terbakar, Kerugian Capai Rp180 Juta

Sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, lanjutnya, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.

Rentin juga kembali mengingatkan pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker kapanpun & dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Ditegaskan Rentin, bahwa pengendalian dan pencegahan covid-19 merupakan tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. ”Untuk itu, mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” tandasnya lagi.

Menurutnya, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar. ”Mari kita dukung upaya pemerintah, dengan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajak Made Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.