KARANGASEM – Akses jalan di Banjar Dinas Munti Gunung Tengah, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu kondisinya rusak parah. Untuk bisa dilewati kendaraan sangat susah, karena terdapat cukup banyak lubang besar di sepanjang jalan tersebut.
Kelian Banjar Dinas Munti Gunung Tengah, I Made Merta, menyebut kerusakan jalan terjadi sejak tahun 2011, tapi sampai saat ini belum pernah diperbaiki. “Awalnya hanya rusak ringan, tapi belum pernah diperbaiki sampai saat ini. Kini jalanan rusak parah, bahkan untuk bisa dilewati saja susah,” keluhnya, Senin (27/2/2023).
Beberapa warga sempat menambal secara sukarela untuk jalan yang lubangnya cukup besar. Sayang, tak lama berselang kembali rusak, sehingga mereka sangat berharap dapat diperbaiki secara permanen. “Karena jalan sudah rusak, banyak tanjakan lagi, makanya masyarakat harus berhati-hati ketika melintas,” sambung Merta.
Akses jalan di wilayah Munti Gunung Tengah yang saat ini benyah latig, bebernya, terhubung langsung dengan perbatasan Kabupaten Bangli. Jalan tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat Munti Gunung yang bekerja di wilayah Bangli.
“Perbedaannya sangat mencolok. Akses jalan di sini yang merupakan milik Kabupaten Karangasem benyah latig, tapi ketika tiba di perbatasan yang merupakan milik Kabupaten Bangli, jalannya bagus dan mulus,” sesalnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hampir di seluruh bagian jalan sepanjang 5 kilometer itu mengalami kerusakan. Lebih parah lagi dengan adanya tanjakan lumayan curam, sehingga harus sangat berhati-hati ketika lewat. Di beberapa titik, aspal mengelupas dan tersisa hanya tanah yang sampai ditumbuhi rerumputan. Meski warga yang tinggal di sepanjang jalan tersebut terbilang sedikit, karena jarak antara rumah yang satu dengan yang lain berjauhan, tapi warga tetap sangat berharap bisa cepat diperbaiki.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR dan Perkim Kabupaten Karangasem, I Wayan Surata Jaya, berujar akses jalan di wilayah Munti Gunung yang rusak belum bisa diperbaiki dalam waktu dekat. Untuk perbaikannya baru diusulkan tahun 2024 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). “Semoga tidak ada halangan dan semua prosesnya berjalan dengan lancar, sehingga perbaikan bisa kami lakukan tahun 2024,” jawabnya. nad























