Wagub Serahkan KUA-PPAS APBD NTB 2021

  • Whatsapp
WAGUB Sitti Rohmi Djalilah (dua kiri) didampingi Sekda NTB saat menyerahkan draf KUA-PPAS APBD 2021 ke Ketua DPRD setempat disaksikan tiga wakil ketua DPRD NTB, Senin (16/11/2020). Foto: ist
WAGUB Sitti Rohmi Djalilah (dua kiri) didampingi Sekda NTB saat menyerahkan draf KUA-PPAS APBD 2021 ke Ketua DPRD setempat disaksikan tiga wakil ketua DPRD NTB, Senin (16/11/2020). Foto: ist

MATARAM – Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah, menghadiri penyerahan dokumen Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun anggaran 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD NTB, Jalan Udayana, Kota Mataram, Senin (16/11/2020). Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq isvie Rupaedah; didampingi tiga Wakil Ketua DPRD setempat, yakni H. Mori Hanafi M.Comm, H. Muzihir dan H. Abdul Hadi.

Dihadapan pimpinan dan anggota DPRD, Wagub menyampaikan pidato pengantar Gubernur Zulkieflimansyah pada penyerahan KUA-PPAS tersebut. Wagub mengatakan, pembangunan Provinsi NTB pada tahun 2021, diarahkan pada peningkatan nilai tambah pertanian/agribisnis, industri, pariwisata, investasi dan penguatan sistem kesehatan daerah.

Bacaan Lainnya

‘’Adapun sasaran dan targetnya, yakni pertumbuhan ekonomi tanpa tambang nonmigas mencapai kisaran 2,75 persen sampai 3,30 persen,’’ kata  Wagub.

Ia mengaku, tingkat inflasi di NTB berkisar antara 3,00 persen hingga 4,00 persen. Sedangkan, tingkat kemiskinan ditargetkan sebesar 12,98 persen dengan gini rasio sebesar 0,353 persen. ‘’Untuk IPM kita targetkan mencapai 69,20 poin  dengan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,30 persen dalam APBD NTB tahun 2021,’’ ujar Wagub.

Dalam penyampaian nota pengantar KUA-PPAS, Wagub Rohmi juga membeberkan garis besar rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Dimana, pendapatan daerah tahun anggaran 2021 mencapai sebesar Rp5, 473 triliun lebih. Rinciannya, PAD sebesar Rp1,954 triliun lebih dan pendapatan transfer sebesar Rp3,464 triliun lebih. Sedangkan, belanja daerah direncanakan sebesar Rp5,528 triliun lebih.

Baca juga :  Peraih Emas Olimpiade 2016 Pensiun, Ini Alasan Ayaka Gantung Raket

‘’Khusus belanja daerah ini, termasuk didalamnya belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga dan belanja transfer,’’ tandas Wagub.

Terkait pembiayaan daerah, menurut Wagub, penerimaan pembiayaan direncanakan sebesar Rp65 miliar. ‘’Dan, pengeluaraan pembiayaan direncanakan sebesar Rp10 miliar,’’ ucap Rohmi. 031

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.