Waduh, Sehari Bali Tambah 144 Orang Positif Covid-19, Sembuh hanya 74, Meninggal Bertambah 4

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali kembali diwarnai lonjakan kasus positif baru, bahkan jumlahnya kali ini 50 persen lebih dari kasus sembuh. Sementara kasus meninggal dunia belum juga mereda dalam tiga pekan terakhir ini.

Berdasarkan data harian yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Jumat (25/9/2020), kasus positif baru melonjak 144 orang melalui transmisi lokal (143 WNI dan 1 WNA), pasien sembuh 74 orang TL dan tambahan meningal dunia 4 orang TL.

Bacaan Lainnya

Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, menjelaskan, 4 pasien yang meninggal terjadi di tiga kabupaten yakni Karangasem 2 orang, Buleleng dan Gianyar masing-masing 1 orang. ”Total, sebanyak 245 orang (2,92%) sudah meninggal dunia di Bali,” ungkapnya.

Dalam tiga hari ini, ada penurunan angka kematian. Tapi hal itu, tidak cukup untuk membawa Bali keluar dari daftar 10 besar nasional. Secara nasional, tambahan harian kasus meninggal sebanyak 113 orang yang dilaporkan 20 provinsi. Sedangkan 14 provinsi lainnya di tanah air nihil tambahan kasus meninggal.

Jawa Timur yang terbanyak meninggal 22 orang, kemudian DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah masing-masing 13 orang, Kalimantan Timur 8 orang, Riau, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara masing-masing 5 orang, urutan ke-10 diisi Bali, Sumetera Barat dan Kalimantan Selatan masing-masing 4 orang.

Baca juga :  28 Agustus, Rekomendasi PDIP Bali Diumumkan Lewat Telekonferensi

Sayangnya, penurunan angka kematian di Bali, berbanding terbalik dengan kasus positif baru, dimana terjadi lonjakan sebanyak 144 orang atau naik 25 orang dari hari sebelumnya Kamis (24/9/2020) yang tercatat sebanyak 119 orang.

Yang mengejutkan, Kabupaten Jembrana justru menjadi penyumbang terbanyak 30 orang, disusul Denpasar bersama Bangli masing-masing 18 orang, Gianyar 17 orang, Karangasem 15 orang, Tabanan 14 orang, Buleleng 13 orang, Badung 10 orang dan Klungkung 8 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif kasus covid-19 di Bali kini berjumlah 8.389 orang (8.361 WNI dan 28 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 7. 996 kasus,” jelas Rentin yang juga Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali itu.

Meski ada lonjakan kasus positif, posisi Bali secara nasional masih di luar 10 besar. Tepatnya pada urutan ke-11, tapi hanya selisih 2 dengan Papua di urutan 10 sebanyak 146 orang dan selisih 3 dengan Kepulauan Riau di urutan sembilan yang berjumlah 147 orang.

Disisi lain, kasus kesembuhan pasien di Bali justru menurun, padahal di hari sebelumnya Kamis (24/9/2020) sempat melonjak 131 orang. Kali ini pasien sembuh hanya 74 orang dengan rincian, Ganyar 19 orang, Bangli (18), Badung (14), Denpasar (11), Klungkung (7), Jembrana dan Tabanan masing-masing 1 orang.

”Jadi, total pasien covid-19 yang telah sembuh di Bali berjumlah 6.828 orang (81,39%) dengan rincian 6.804 WNI dan 24 WNA. Berdasarkan data tersebut, kini pasien (kasus aktif) yang masih menjalani perawatan bertabah menjadi 1.326 orang (15,69%), tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,” beber Rentin.

Baca juga :  Kolom Kosong Tempati Sisi Kiri Paslon Giriasa

Menyikapi lonjakan kasus positf hari ini, menurut Rentin karena masih banyak masyarakat Bali yang tidak disiplin melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Padahal, hampir setiap hari dirinya mengingatkan bahwa dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Rentin juga kembali menegaskan, bahwa sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.