Astungkara, Pasien Covid-19 di Bali yang Meninggal Mulai Turun Saat Hari Raya Kuningan

  • Whatsapp

Juga Ada Kabar Baik, Pasien Sembuh juga Lebih Banyak dari Kasus Terkonfirmasi Positif

DENPASAR – Kabar baik berhembus dari perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, dimana saat umat Hindu Merayakan Hari Suci Kuningan, Sabtu (26/9/2020), terjadi penurunan kasus kematian. Pasien yang sembuh juga lebih banyak dari tambahan kasus yang terkonfirmasi positif baru.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali, Sabtu (25/9/2020), kasus meninggal dunia hanya tercatat 2 orang transmisi lokal. Sementara pasien sembuh sebanyak 87 orang TL. Sedangkan kasus positif baru tercatat 63 orang TL, bahkan Klungkung menjadi satu-satunya kabupaten yang nihil penambahan kasus baru.

Dua pasien meninggal yang juga disertai penyakit penyerta (kormobid) ini, masing-masing terjadi di Kabupaten Karangasem dan Gianyar. Dari catatan posmerdeka.com, ini menjadi kasus kematian terendah di Bali dalam tiga pekan terakhir yang sempat diwarnai rekor 14 orang tutup usia dalam sehari karena covid-19.

”Astungkara, ada penurunan kasus kematian. Hari ini, hanya 2 orang pasien meniggal dunia, sehingga totalnya berjumlah 247 orang (2,92%) dengan rincian 245 WNI dan 2 WNA,” kata Sekretaris GTPP Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Sabtu (26/9/2020).

Baca juga :  Total Sembuh Secara Nasional 4.575 Orang, Kasus Positif Covid-19 Bertambah 693

Meski demikian, Bali belum bisa keluar dari daftar 10 besar kasus harian meninggal dunia secara nasional sebanyak 90 orang yang dilaporkan 17 dari 34 provinsi di tanah air. Ini artinya, 17 provinsi lainnya nihil tambahan kasus positif covid-19 harian.

Jawa Timur dan Jawa Barat bersaing menjadi penyumbang terbanyak kasus positif harian yang masing-masing 18 orang, Jawa Tengah 14 orang, DKI Jakarta 12 orang, Riau 6 orang, Sulawesi Selatan 4 orang, Aceh 3 orang, Bali di urutan ke-8 bersama Kalimantan Timur, Sumatera Utara, Kalimanatan Selatan dan Bengkulu masing-masing 2 orang.

Penurunan kasus kematian juga diserta peningkatan pasien covid-19 yang sembuh di hari yang sama, Sabtu (26/9/2020). GTPP mencatat sebanyak 87 pasien dinyatakan sembuh, naik 13 orang dari hari sebelumnya Jumat (25/9/2020) sebanyak 74 orang.

Kota Denpasar mencatatkan pasien sembuh terbanyak 34 orang, disusul Badung 18 orang, Tabanan 10 orang, Gianyar 8 orang, Klungkung 7 orang, Bangli 5 orang, Buleleng 4 orang dan Klungkung 1 orang. ”Jadi, total pasien covid-19 yang telah sembuh di Bali berjumlah 6.915 orang (81,81%) dengan rincian 6.891 WNI dan 24 WNA,” imbuh Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Secara nasional, jumlah harian pasien yang sembuh sebanyak 3.207 orang sehingga menjadi 199.403 orang. Sedangkan kasus positif baru tetap tinggi yang berjumlah sebanyak 4.494 sehingga secara kumulatif menjadi 271.339 orang.

Baca juga :  Jubir Pemerintah: Covid-19 Sudah Mulai Dapat Dikendalikan

Terkait tambahan kasus harian positif baru, tercatat sebanyak 63 orang, terjadi penurunan cukup drastis dibandingkan sehari sebelumnya Jumat (25/9/2020) yang tercatat sebanyak 81 orang. Ke-63 orang yang terkonfirmasi positif dilaporkan delapan kabupaten/kota kecuali Klungkung nihil.

Kota Denpasar menjadi penyumbang terbanyak kasus positif baru sebanyak 19 orang, disusul Buleleng 15 orang, Badung 12 orang, Gianyar 8 orang, Bangli dan Tabanan masing-masing 3 orang, Karangasem 2 orang dan Jembrana 1 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif kasus covid-19 di Bali kini berjumlah 8.452 orang (8.424 WNI dan 28 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 8.059 kasus,” jelas Rentin.

Berdasarkan data tersebut di atas, kini pasien (kasus aktif) yang masih menjalani perawatan mengalami penurunan menjadi 1.290 orang (15,26%), tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering,

Meski kasus positif hari ini mengalami penurunan, Rentin tetap sangat berharap masyarakat Bali waspada dengan meningkatkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. ”Sebab, dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Rentin juga kembali menegaskan, bahwa sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan, dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Baca juga :  PKM Wujudkan Kemandirian dan Partisipasi Masyarakat Cegah Penyebaran Covid-19

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.