Usut Dugaan Pengaturan Skor, PSSI Siap Berikan Sanksi Tegas

  • Whatsapp
SEKRETARIS Jenderal PSSI Pusat, Yunus Nusi. foto: dok

JAKARTA – PSSI melalui Komite Disiplin berjanji mengusut tuntas dugaan pengaturan skor di Liga 2 2021, yang dilaporkan klub Perserang, dan siap memberikan sanksi tegas jika memang hal tersebut terbukti.

“Kami tidak main-main dan akan menuntaskan permasalahan yang mencoreng nama sepakbola Indonesia ini,” ujar Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi, dikutip dari keterangan PSSI, Kamis (28/10/2021) malam.

Bacaan Lainnya

Perserang melaporkan dugaan pengaturan skor pada beberapa Liga 2 2021 kepada PSSI. Menurut Manajer Perserang Babay Karnawi, praktik pengaturan skor dicurigai melibatkan pihak luar.

“Beberapa orang telah menghubungi sejumlah pemain Perserang untuk membuat Perserang kalah dalam pertandingan melawan RANS Cilegon FC, Persekat Tegal dan Badak Lampung FC,” kata Babay.

Terkait hal itu, manajemen Perserang melalui pernyataan resmi menyatakan bahwa mereka memberhentikan secara tidak hormat lima pemain yaitu berinsial EDS, FE, EJ, AS dan AIH serta pelatih kepala tim PW.

Namun, pada akun Instagram mereka, @perserang.official, Perserang mengumumkan bahwa pelatih Putut Widjanarko mengundurkan diri, sementara lima pemain yaitu Eka Dwi Susanto, Fandy Edy, Aray Suhendri, Ivan Julyandhi dan Ade Ivan Hafilah dilepas berdasarkan hasil evaluasi putaran pertama Liga 2 2021.

Baca juga :  Tantri BPD Bali – PIPELJK Bantu Warga Trunyan

PSSI sendiri sudah menerima laporan dari Perserang dan akan segera melakukan pemeriksaan. “Kami akan menyelidikinya dan memanggil terlebih dahulu para terlapor untuk dimintai keterangan. Ini tentu akan masuk ranah dari Komite Disiplin,” tutur Yunus Nusi, yang dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Ketua Komite Displin PSSI Erwin Tobing pun memastikan bahwa pihaknya akan memberikan hukuman berat bagi para pelaku yang terbukti terlibat. “Karier sepakbolanya akan habis. Kami akan bergerak cepat untuk menuntaskan permasalahan ini,” kata purnawirawan Polri berpangkat akhir Inspektur Jenderal itu. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.