Usai Bunuh Dokter Hewan, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

  • Whatsapp
POLRES Tabanan merilis kasus pembunuhan, yang melibatkan tersangka tunggal, Ida Bagus KASA, Rabu (24/3/2021). foto: gap

TABANAN – Ida Bagus KASA (41), menyerahkan diri ke polisi, usai membunuh dokter hewan I Made Kompyang Artawan (47), Selasa (23/3/2021) malam. Residivis tersebut, kini masih menjalani pemeriksaan atas kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan nyawa korban melayang.

Dalam rilis kasus yang digelar Polres Tabanan, Rabu (24/3/2021), Kasatreskrim AKP Aji Yoga Sekar menyebut peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 18.30. “Tersangka kemudian menyerahkan diri ke Polsek Penebel sekitar pukul 20.00, dan penanganan selanjutnya di Polres Tabanan,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Tesangka asal Desa Riang Gede, Penebel, yang memiliki catatan kriminal, yakni terlibat kasus pencurian (1999) dan kasus judi togel (2009), pun mengakui perbuatannya. Terkait motif pembunuhan tehadap korban, tersangka tak langsung memberikan jawaban, namun kasatreskrim menyebutkan untuk itu masih didalami.

Kejadian pada hari itu berawal ketika tersangka memarkir sepeda motor di depan rumahnya. Korban yang beralamat di Banjar Dinas Darma Tengah itu kemudian datang dan menghampiri tersangka, hingga membuat tersangka emosi. Saat itu, mereka masih duduk di atas motor masing-masing, di pinggir jalan depan rumah tersangka.

Singkat cerita, tersangka mencabut gantungan kunci kontak motornya, yakni berupa pisau lipat, dan kemudian menusukkan berulang kali (15 kali tusukan) ke punggung hingga ke leher kiri korban. Mereka sempat turun dari motor masing-masing dan saling berhadapan.

Baca juga :  Tetap Produktif di Masa Pandemi, Sekaa Teruna Pameran Tapel, Sketsa, dan Ogoh-ogoh Mini

Korban pun sempat mengayunkan tangannya ke arah wajah tersangka, namun meleset. Dokter hewan itu pun bersimbah darah, dan kemudian dibantu warga ke rumah sakit. Beberapa saat setelah tiba di rumah sakit, korban dinyatakan sudah tak bernyawa lagi.

Sementara dari informasi yang dihimpun, menyebutkan bahwa dari hasil otopsi yang sudah dilakukan, ditemukan luka-luka akibat kekerasan benda tajam. Terutama di bagian punggung dan leher, yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dari kasus tersebut, polisi juga menyita sejumlah barang bukti terkait. Antara lain sebuah pisau lipat, sepeda motor Honda Beat nopol DK 2036 GAF, sepeda motor Yamaha Aerox nopol DK 6346 FAL, baju kaos hitam, baju merah-hitam dengan bercak darah, dan celana pendek Jean,s biru dengan bercak darah.

“Pasal yang kami sangkakan terhadap tersangka adalah Pasal 338 KUHP, subsider Pasal 351 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” ujar Aji, yang didampingi Kasubbag Humas Iptu I Nyoman Subagia. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.