Update Covid-19 di Bali: Tambahan Harian Kasus Positif Terus Melandai, Tiga Kabupaten Nihil

  • Whatsapp

Hari Ini Pasien Sembuh 85 Orang, Terkonfirmasi Positif 39 Orang dan Meninggal Dunia Bertambah 2 Orang

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Senin (2/11/2020) kembali menyajikan kabar baik, dimana tambahan kasus positif terus melandai. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh semakin dominan dalam beberapa hari terakhir ini.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Senin (2/11/2020), sebanyak 85 pasien dinyatakan sembuh atau terpaut 46 orang lebih banyak dari tambahan kasus terkonfirmasi positif yang berjumlah 39 orang melalui transmisi lokal.

Sebelumnya, pada Minggu (1/11/2020), pasien sembuh berjumlah 57 sehingga ada peningkatan sebanyak 28 orang. Sedangkan kasus positif baru sebanyak 43, sehingga ada penurunan 4 orang.

Yang menggembirakan lagi, tiga kabupaten yakni Karangasem, Tabanan dan Bangli nihil tambahan kasus positif baru. Itu artinya, dari 39 orang yang terpapar tersebut dilaporkan 6 kabupaten/kota dengan rincian; Gianyar (14), Denpasar (10), Badung (7), Klungkung (3), Buleleng (3) dan Jembrana 2 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif sampai hari ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 11.846 orang (11.817 WNI dan 29 WNA), yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 11.445 kasus,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Senin (2/11/2020).

Baca juga :  Seluruh Bali Laporkan Penambahan Kasus Positif Covid-19, Bangli Penyumbang Terbanyak

Sementara 85 pasien sembuh dilaporkan seluruh kabupaten/kota di Bali, dengan rincian Denpasar (19), Badung (18), Karangasem (12), Jembrana (11), Bangli (8), Klungkung (6), Tabanan (5), Buleleng (4), Gianyar (1). Jadi, total pasien sembuh di Bali, kini berjumlah 10.766 orang (90,88%) dengan rincian 10.740 WNI dan 26 WNA.

Di hari yang sama, juga ada kabar duka, dimana 2 pasien dari Tabanan dan Bangli tutup usia. ”Sampai hari ini, pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Bali berjumlah 391 orang (3,30%) dengan rincian 389 WNI dan 2 WNA,” imbuh Rentin.

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali berkurang lagi 48 orang, menjadi 689 orang (5,82%) dengan rincian 688 WNI dan 1 WNA, yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Kabupaten Bangli layak dapat jempol, karena hingga saat ini hanya memiliki 9 pasien yang masih dalam perawatan (terkecil di Bali). Sementara Badung tercatat paling banyak 183 orang, disusul Denpasar (165), Gianyar (132), Klungkung (51), Tabanan (48), Buleleng (37), Karangasem (33) dan Jembrana (28).

Kabar baik juga terus terjadi dari perkembangan pandemi covid-19 nasional, dimana dalam sepekan ini, jumlah pasien sembuh kembali lebih banyak dari tambahan kasus positif baru. Kali ini, pasien sembuh sebanyak 3.624 orang atau berselisih 1.006 orang dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 2.618 orang. Sedangkan kasus meninggal berjumlah 101 orang yang dilaporkan 20 provinsi.

Baca juga :  Banjar Kerta Pala Bagikan Beras 1,5 Ton Kepada Warga

Rentin mengaku bersyukur karena dalam beberapa hari ini tambahan kasus positif baru semakin menurun di Bali. Meski begitu, Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu tidak ingin masyarakat Bali lengah. Sebaliknya harus lebih disiplin mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak.

Ia menambahkan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.

Rentin juga menegaskan, pulihnya kesehatan masyarakat dari wabah Covid-19 merupakan tanda akan segera pulihnya perekonomian yang sebelumnya anjlok akibat pariwisata yang mengalami dampak sangat besar.

”Pengendalian dan pencegahan ini adalah tanggung jawab kita bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat dan semua pihak adalah kunci utamanya. Untuk itu mari bersama kita terapkan protokol kesehatan kapanpun dan dimanapun berada,” tandasnya.

Ingat pesan ibu “terapkan 3M” yakni memakai masker kapanpun & dimanapun terutama saat berada ditengah keramaian dan sedang mengobrol (berbicara) dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setiap saat karena aliran air sabun sangat efektif melarutkan virus dan kuman di kulit, serta ingatlah selalu untuk menjaga jarak dengan orang lain.

Baca juga :  Repatriasi PMI di Ngurah Rai, Pangdam Udayana Jalankan Ini

”Untuk itu, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan penuh disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajak Made Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.