DENPASAR – Kabar duka kembali menghiasi perkembangan harian penanganan covid-19 di Bali, menyusul 3 pasien positif covid-19 dinyatakan meninggal dunia, Senin (6/7/2020). Dengan demikian, total di Bali sudah sebanyak 23 orang meninggal (21 WNI dan 2 WNA).
Menurut data yang disampaikan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTTP) Covid-19, Dewa Made Indra, tiga orang pasien meninggal itu berasal dari Kabupaten Badung 2 orang dan sisanya 1 orang dari Kabupaten Gianyar. Ketiganya terinfeksi covid-19 karena transmisi lokal (TL).
Kabar baiknya di hari yang sama Senin (6/7/2020), tujuh pasien yang tertular karena transmisi lokal, dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan intensif. Tujuh pasien yang sembuh itu, 3 orang warga Denpasar, 1 orang dari Tabanan dan 3 orang lagi dari Kabupaten Gianyar. Total pasien sembuh di Bali, kini menjadi 974 orang.
Sementara tambahan kasus positif di hari yang sama sebanyak 51 orang WNI yang didominasi akibat trasmisi lokal, hanya 1 orang yang merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).
Ke-51 orang positif ini tersebar di seluruh Bali, dimana Kota Denpasar menjadi penyumbang terbanyak 17 orang, disusul Badung 8 orang, Gianyar 8 orang (7 TL dan 1 PPLN), Klungkung 8 orang, Karangasem 3 orang, Bangli 3 orang, Tabanan 2 orang, Buleleng 1 orang dan Jembrana 1 orang.
”Dengan demikian, secara komulatif pasien positif di Bali sebanyak 1.900 orang,” ujar Dewa Indra seraya menambahkan, kini jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 903 orang (900 WNI, 3 WNA) yang berada di 14 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Gran Mega dan BPK Pering.
Dewa Indra juga tak henti-hentinya mengingatkan masyarakat agar secara disiplin melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19 ini, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. ”Dalam menekan kasus transmisi lokal, masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” harapnya.
Sekda Provinsi Bali ini juga meminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir dan menjaga jarak. Selain itu, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita.
”Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif, sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” tegas Dewa Indra yang juga mantan Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu. yes
























