Update Covid-19: Bali Tambah 272 Pasien Sembuh, Positif 207 dan Meninggal 8 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Provinsi Bali, Selasa (20/4/2021) kembali mencatat lonjakan pasien sembuh yang lebih dominan yakni sebanyak 272 orang, terpaut 65 orang lebih banyak dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 207 orang (183 orang melalui Transmisi Lokal, 24 PPDN). Sementara kasus meninggal dunia, sama seperti sehari sebelumnya Senin (19/4/2021) yakni sebanyak 8 orang.

Berdasarkan data yang diterima posmerdeka.com dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Selasa (20/4/2021), Denpasar tercatat sebagai penyumbang terbanyak pasien meninggal yakni sebanyak 5 orang, disusul Bangli dan Karangasem masingmasing orang serta dari daerah lain luar Bali 1 orang.

Bacaan Lainnya

Kota Denpasar juga kembali menjadi penyumbang kasus positif harian terbanyak yakni 81 orang. Kabar baiknya, Kota Denpasar juga mencatatkan jumlah pasien sembuh terbanyak yakni berjumlah 139 orang.

Secara kumulatif jumlah kasus positif covid-19 di Bali sampai Selasa (20/4/2021) berjumlah 43.289 orang (43.176 WNI dan 113 WNA). Dari jumlah itu, yang sudah sembuh sebanyak 40.605 orang (93,80%) dengan rincian 40.510 WNI dan 95 WNA.

Sementara yang meninggal dunia sebanyak 1.266 Orang (2,92%) dengan rincian 1.261 WNI dan 5 WNA. Sedangkan pasien yang masih dalam perawatan (kasus aktif) berkurang 73 orang menjadi 1.418 Orang (3,28 %) dengan rincian 1.405 WNI dan 13 WNA.

Baca juga :  Pendataan Keluarga di Desa Penuktukan Tinggal 20 Persen

Dalam upaya menekan penularan covid-19 di Bali, Gubenur mengeluarkan SE Nomor 07 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Desa/ Kelurahan Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Surat Edaran ini mulai berlaku Selasa (23/3/2021) sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut. SE ini merupakan upaya preventif pemerintah dalam menanggulangi meluasnya penyebaran virus Covid-19 di masyarakat.

Beberapa hal yang diatur dalam SE tersebut antara lain, kegiatan di restoran/rumah makan/warung dan sejenisnya untuk layanan di tempat dilaksanakan maksimal 50% dari kapasitas normal, yang semula jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 21.00 Wita dilonggarkan dan dapat beroperasi sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara lebih ketat.

Masyarakat juga diharapkan agar selalu disiplin melaksanakan 6M yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun, mentaati aturan serta diimbau tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.