Undang Gubernur NTB dan NTT, Koster Beberkan RUU Provinsi Bali

  • Whatsapp
FOTO BERSAMA - Gubernur NTT, NTB, Bali dan pimpinan DPRD tiga provinsi usai rapat konsultasi.

DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengundang Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk DPD RI, dan DPR RI dapil masing-masing tiga provinsi ini.

Tak hanya itu, acara yang bertajuk Rapat Konsultasi Koordinasi sekaligus ramah tamah terkait RUU Provinsi Bali ini juga dihadiri Pimpinan DPRD Bali, NTB, dan NTT di Wantilan Rumah Jabatan Gubernur Bali di Denpasar, Selasa (3/3/2020).

Bacaan Lainnya

Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster menyampaikan tentang perjuangan RUU Provinsi Bali. Di mana saat ini, Bali, NTB, dan NTT masih menggunakan UU nomor 64 tahun 1958 Republik Indonesia Serikat (RIS). “UU Provinsi Bali sangat penting untuk menata pembangunan Bali baik alam manusia dan budaya,” jelasnya.

Menurutnya, UU ini untuk membangun Bali sesuai dengan potensi yang dimiliki. Bukan untuk otomomi khusus. “Jadi UU ini harusnya berubah saat ada dekrit presiden,” ungkapnya.

Setelah maju, kata dia, ternyata ada provinsi lain yang masih menggunakan UU RIS. Seperti di Kalimantan (kecuali di Kalimantan Utara-red). “Ternyata ada 90 provinsi dan 40 kabupaten/kota yang masih menggunakan UU RIS,” sebut Koster.

Baca juga :  Disdikpora Buleleng Pantau Pembelajaran Luring di Desa Pedawa

Gubernur NTT, Victor Bungtilu Laiskodat menyampaikan bahwa prinsip NTT sangat mendukung terbentuknya UU Provinsi Bali. “Sangat setuju dan kami mendorong percepatan. Kalau bisa tiga bulan saya harap bisa selesai,” ujarnya seraya meminta agar mencantumkan nama NTB dan NTT dalam UU tersebut. Karena tiga provinsi ini terikat sejarah dalam membangun UU sebelumnya.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkieflimansyah juga menuturkan kedekatan dirinya dengan Gubernur Koster khususnya, saat duduk di Banggar DPR RI. “Pengalaman saya, beliau lebih dulu berpikir dibandingkan yang lain. Dan kami mengiktuinya,” tuturnya.

“Semengat beliau sama seperti NTB dan NTT. Tentu inbasnya intip. Siapa tahu ada yang diendus. Kesempatan kita untuk mengikuti Gubernur Bali. Kami setuju mendukung beliau dalam perjuangan RUU Provinsi Bali dengan catatan tidak melupakan NTB dan NTT,” imbuhnya.

Ditemui seusai acara, Gubernur NTT kepada awak media mengatakan, dirinya memberikan apresiasi terhadap langkah Gubernur Bali. “Tentu kami senang Gubernur Bali telah menginisiasi produk perundang-undangan, sehingga pembangunan lebih progresif kedepanya,” ujarnya seraya ditimpali Gubernur NTB bahwa mereka bertiga sebelumnya adalah pimpinan fraksi di DPR RI.

“Tentunya inibakan menjadi inspirasi bagi kami untuk melakukan hal yang sama ke depannya. Kami sebagai gubernur dan juga kader partai politik tentunya mendukung agar DPR secepatnya UU ini, ya paling tiga bulan sudah jadi dan dapat diberlakukan,” pungkasnya. (alt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.