Tunggu Kepastian DAK, RSUD Bangli Akan Bangun Gedung 2

DIREKTUR RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana. Foto: ist

BANGLI – Setelah rampung pembangunan Gedung 1A dan 1B RSUD Bangli tahun 2022, rencananya tahun 2023 dilanjutkan pembangunan untuk Gedung 2 yang bersebelahan dengan Gedung 1. Anggarannya memakai Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari pusat tahun 2022 yang dialokasikan tahun 2023.

Direktur RSUD Bangli, dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Senin (3/10/2022) menjelaskan, pembangunan ini guna mendukung rencana pengembangan RSUD Bangli sebagai RSUD Tipe B Pendidikan yang representatif dan berkualitas, juga sebagai rumah sakit rujukan, minimal harus memiliki 226 bed (kasur).

Read More

Dia menyebut sejumlah ruang perawatan telah dibongkar saat pembangunan Gedung 1, sehingga kapasitas ruang dan bed berkurang. “Sebelum bangunan dibongkar, kami memiliki 220 bed. Kemudian setelah pembongkaran tersisa 157 bed. Ruang yang dibongkar meliputi ruang Mahotama dan Utama,” jelasnya.

Dari 157 bed tersebut, sambungnya, 57 di antaranya untuk isolasi pasien Covid-19 yang sampai saat ini masih berlaku. Sementara untuk Gedung 2 yang rencananya dibangun, akan dimanfaatkan untuk gedung perawatan dan administrasi. Gedung ini nanti terdiri dari empat lantai, dan kini pembangunan sekitar 95 persen.

Lantai 1 sampai 2 untuk ruang perawatan bagi pasien BPJS KRIS (Kelas Rawat Inap Standar) standar 4 sampai 5 bed. Lantai 3 untuk BPJS Mandiri termasuk VIP dan Utama, serta lantai 4 ruang manajemen.

Untuk pembangunan Gedung 2, dia mengaku mohon anggaran DAK Kementerian Kesehatan senilai Rp69 miliar. Juga mohon dana untuk pengadaan prasarana berupa fasilitas pendukung senilai Rp1,13 miliar, dan alat kedokteran Rp72 miliar. “Tahun 2022 terbuka adanya dana DAK Fisik untuk rumah sakit rujukan. Kami mengajukan usulan sesuai perencanaan,” ungkapnya.

Disinggung kemungkinan DAK yang turun tidak sesuai usulan, dia menyebut perlu dicarikan solusi pendanaan dari Pemkab Bangli. Sebab, RSUD milik Pemkab Bangli.

Gedung RSUD serta pengalokasian pembangunan 1A, 1 B dalam APBD Perubahan 2021 dengan sumber pendanaan dari dana pinjaman PEN Kementerian Keuangan sebesar Rp75 miliar, tapi direalisasi Rp71 miliar. Pengerjaan pembangunan Gedung RSUD dilakukan secara multiyears (tahun jamak) dari tahun 2021 hingga 2022 dengan perkiraan selama 10 bulan. gia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.