Indonesia Masters 2026: Kadek Dhinda Melaju ke Perempatfinal Usai Hajar 2 Wakil Chinese Taipei

TUNGAL Putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi melakukan selebrasi ringan setelah mengalahkan wakil Chinese Taipei, Huang Ching Ping, pada babak 32 besar Indonesia Masters di GOR Djarum Arena Kaliputu, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026). foto: ist

POSMERDEKA.COM, KUDUS – Tunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi melangkah ke babak 8 besar (perempatfinal) Turnamen BWF Super 100 Indonesia Masters 2026, setelah menang relatif mudah atas wakil Chinese Taipei, Liang Ting Yu dengan dua gim langsung 21-6, 21-14, pada babak 16 besar, di GOR Djarum Arena Kudus, Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).

Namun perjuangan Kadek Dhinda sesungguhnya terjadi di babak awal (32 besar), Rabu (21/10) ketika undian menempatkan pemain asal Badung itu harus bertemu wakil Chinese Taipei lainnya Huang Ching Ping yang berstatus unggulan ketiga di turnamen ini.

Read More

Kadek Dhinda yang memiliki peringkat 79 BWF tampil tanpa beban menghadapi pemain yang memiliki rannking jauh di atasnya. Setelah saling mengalahkan di gim pertama dan kedua, Kadek Dhinda menuntaskan set ketiga secara dramatis dengan skor 18-21, 21-15, dan 26-24 setelah beberapa kali terjadi setting.

Usai pertandingan, Kadek Dhinda mengaku telah mempelajari pola permainan Huang sebelum pertandingan. Dia mewaspadai smes keras lawannya yang kerap menyulitkannya, terutama ketika bermain di sisi lapangan yang melawan arah angin.

“Dhinda tahu smesannya kencang dan arahnya lurus. Namun, karena pukulannya cepat, beberapa kali kesulitan mengantisipasinya,” ujar Kadek Dhinda, seperti dilansir posmerdeka.com dari antaranews.

Pada gim pertama, Kadek Dhinda mengaku kesulitan mengembangkan permainan karena beberapa kali gagal mengantisipasi serangan lawan. Namun, dia mampu bangkit pada gim kedua setelah mendapatkan arahan dari pelatih untuk mempercepat tempo permainan di depan net.

Selain itu, Kadek Dhinda diarahkan tidak terlalu banyak memainkan bola dorongan. trategi tersebut membuat Huang lebih sering melakukan kesalahan sendiri sehingga Kadek Dhinda mampu merebut gim kedua dengan skor 21-15.

Memasuki gim penentuan, pertandingan kembali berlangsung ketat. Kadek Dhinda mengaku masih menghadapi kendala ketika bola yang dipukulnya kurang jauh melewati lapangan, sementara servis tinggi yang dilakukannya beberapa kali langsung disambar smes oleh lawan.

Dalam situasi tersebut, dia berusaha mengubah strategi dengan lebih berani melakukan servis pendek. Arahan pelatih juga membantunya menjaga mental hingga mampu mengamankan kemenangan.

“Pelatih menginstruksikan agar bermain lepas, tidak memikirkan menang atau kalah, dan jangan menyerah karena lawan juga sudah capek. Saya berusaha menguatkan pikiran lagi supaya bisa menang,” ujarnya.

Selain mengandalkan strategi, Dhinda mengaku berusaha tetap fokus meskipun pertandingan berlangsung di tengah dukungan penonton yang meriah. Bahkan, suasana pertandingan di Kudus justru memberikan pengalaman positif.

“Suasananya sangat meriah. Fasilitasnya juga bagus, termasuk lapangan dan tempat pemanasan yang luas. Di beberapa turnamen, tempat pemanasannya kurang memadai, tetapi di sini sangat bagus,” ujarnya.

Dengan kemenangan atas unggulan ketiga, Dhinda diharapkan mampu menjaga momentum dan kembali menunjukkan permainan terbaiknya untuk melangkah lebih jauh di turnamen bulutangkis internasional tersebut. yes

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.