TP PKK Provinsi Bali “Menyapa dan Berbagi” di Gianyar

AKSI Sosial “Menyapa dan Berbagi” di wantilan Pura Penataran Sasih, Desa Pejeng, Gianyar, Rabu (11/5/2022). Foto: ist

GIANYAR – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali menggelar aksi sosial “Menyapa dan Berbagi” yang menyasar 100 orang, terdiri dari 20 balita gizi buruk, 20 ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK), 20 lansia, 20 penyandang difabel, dan 20 kader PKK kurang mampu di Kecamatan Tampaksiring dan Sukawati.

Kegiatan dilangsungkan di wantilan Pura Penataran Sasih, Desa Pejeng, dan Griya Taksu Event Space, Desa Kemenuh, Rabu (11/5/2022). Kegiatan ini dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster; didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra.

Bacaan Lainnya

Turut hadir Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, Putu Anom Agustina; Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia Daerah Bali, Ni Made Rahayuni; kepala OPD terkait di Pemkab Gianyar, serta para ketua organisasi wanita di Gianyar.

Putri Suastini Koster mengatakan, “Menyapa dan Berbagi” merupakan salah satu program guna menurunkan angka stunting, yakni kondisi anak yang gagal tumbuh kembangnya. Anak yang berumur 6 tahun tapi seperti anak berusia 2 tahun. “Tingginya tidak bertambah, berat badannya tetap, terlebih perkembangan otak dan mentalnya (tidak berkembang),” paparnya.

Penyebab awal stunting, jelasnya, bermula dari kekurangan gizi calon ibu yang kekurangan energi kronis (KEK). Anak mulai menderita stunting bukan hanya disebabkan kekurangan gizi semata, tapi mulai dari pola calon ibu ketika remaja atau saat sedang mengandung.

Baca juga :  DPRD -TAPD Bahas Pembangunan Sarpras RSUD Klungkung

Apalagi pada masa peralihan pandemi menjadi endemi, sambungnya, banyak masyarakat perlu mendapat kebutuhan mendasar seperti beras, telur dan susu. Melihat itu, TP PKK Provinsi Bali terus berupaya menggelar “Menyapa dan Berbagi” di seluruh kabupaten di Bali.

Sembari berbagi, Putri Suastini Koster juga menyosialisasikan program di Pemprov Bali. Di antaranya Pergub 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, dengan ujungtombak berada di kepala desa atau bendesa, untuk mengajak masyarakat menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan.

“Bapak Gubernur sebagai pimpinan wilayah Bali, dengan ide-ide beliau, membuat sistem pola yang dibuat sekarang tapi akan berdampak baik untuk masyarakat kita di masa mendatang,” terangnya.

Selain itu, imbuhnya, juga ada Pergub No. 47/2019 yang mengatur tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Bupati/Wali Kota wajib memfasilitasi, mendukung, mendorong, dan mempercepat terwujudnya pengelolaan sampah berbasis sumber di masing-masing desa, sehingga Bali akan menjadi nomor satu terkait pengelolaan sampah.

Selain memberi bantuan, Putri Suastini juga menyerahkan majalah Hatinya PKK edisi I tahun 2022 sebanyak 15 eksemplar kepada Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.