Tidak Terasa, Pandemi Covid-19 di Bali Sudah Merenggut 301 Korban Jiwa

  • Whatsapp

Hari Ini Korban Meninggal Dunia Bertambah 6, Terkonfirmasi Positif 99 dan Pasien Sembuh 129 Orang

DENPASAR – Tidak terasa, covid-19 sudah merenggut 301 korban jiwa di seluruh kabupaten/kota, setelah Selasa (6/10/2020) ada penambahan 6 pasien positif yang meninggal dunia dalam perawatan. Sementara pasien sembuh, totalnya berjumlah 8.072 orang dari jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi positif sebanyak 9.547.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Selasa (6/10/2020), penambahan pasien sembuh tetap stabil, dimana kali ini tercatat 129 orang, berselisih 40 orang dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 99 orang melalui transmisi lokal.

Kabar dukanya, kembali kasus meninggal dunia bertambah 6 orang, meningkat 2 orang dari sehari sebelumnya Senin (5/10/2020). Keenam pasien yang tutup usia ini terjadi di empat kabupaten/kota yakni Denpasar 2 orang, Tabanan (2), Karangasem (1) dan Jembrana 1 orang.

”Dengan demikian, secara kumulatif, pasien covid-19 yang sudah meninggal di Bali berjumlah 301 orang (3,15%) dengan rincian 299 WNI dan 2 WNA,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Selasa (6/10/2020). Rinciannya, Denpasar terbanyak 55 orang, Karangasem (47), Gianyar (46), Buleleng (43), Badung (36), Bangli (28), Tabanan (28), Klungkung (10) dan Jembrana 7 orang.

Baca juga :  Perbaikan Drainase, Jalan Raya Bedulu Ditutup Sehari

Secara nasional, kasus meninggal harian berjumlah 121 orang yang dilaporkan 16 provinsi, dimana posisi Bali melonjak ke urutan 5 bersama Aceh, di bawah the big four yakni DKI Jakarta terbanyak 31 orang, disusul Jawa Timur (23), Jawa Barat (16), Jawa Tengah (8).

Kabar baiknya, angka kesembuhan pasien covid-19 di Bali dalam empat hari beruntun terus meningkat. Kali ini bertambah 129 orang yang dilaporkan delapan kabupatan/kota di Bali, dimana Kabupaten Badung mencatatkan pasien sembuh terbanyak 39 orang.

Gianyar juga mencatatkan pasien lumayan banyak yakni 31 orang, disusul Denpasar (26), Tabanan (13), Karangasem (11), Klungkung (4), Buleleng (4) dan Jembrana (1). ”Dengan demikian, total pasien yang telah sembuh di Bali sebanyak 8.072 orang (84,55%) dengan rincian 8.047 WNI dan 25 WNA,” ungkap Rentin.

Kemudian, kasus terkonfirmasi positif hari ini berjumlah 99 orang, ada peningkatan 16 orang dari hari sebelumnya sebanyak 83 orang. Rinciannya, Kota Denpasar tetap menjadi penyumbang terbanyak 33 orang, disusul Badung (24), Tabanan (13), Karangasem (10), Gianyar (6), Klungkung (6), Buleleng (4), Bangli (2) dan Jembrana 1 orang.

”Secara kumulatif, hingga sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 9.547 orang (9.519 WNI & 28 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini tercatat sebanyak 9.155 kasus,” jelas Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Baca juga :  Update Covid 19 di Kota Denpasar, Sembuh Bertambah 26 Orang, Positif Bertambah 38 Orang

Berdasarkan data tersebut di atas, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang lagi 26 orang, menjadi 1.174 orang (12,30%) dengan rincian 1.173 WNI dan 1 WNA. Mereka menjalani perawatan tersebar di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Meski ada penambahan kasus positif hari ini, posisi Bali tetap diluar 10 besar nasional, tepatnya di urutan 11 sebagai provinsi penyumbang harian kasus positif covid-19 yang totalnya berjumlah 4.056 orang. Sementara, pasien sembuh harian secara nasional berjumlah 3.844 orang.

Karena masih ada peningkatan kasus positif setiap harinya, Made Rentin kembali mengajak masyarakat Bali tetap waspada, dengan meningkatkan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan pemerintah. ”Karena, dalam upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat,” imbuhnya.

Untuk menekan penyebaran virus ini sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang Sanksi Administratif bagi pelanggar Protokol Kesehatan. Besaran denda yang diterapkan di Bali sesuai Pergub 46 yakni Rp100.000 bagi perorangan,dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha dan tempat fasilitas umum lainnya.

Selain itu, dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19, pemerintah juga meminta keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara. Termasuk semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan, dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan

Baca juga :  Rekomendasi PDI Perjuangan, Koster: Tak Usah Ditanya, Nanti Keluar Sendiri!

”Jadi, mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajak Rentin. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.