Tidak Ada Kepastian Pengembalian Tabungan, Nasabah Koperasi Griya Anyar Sari Boga Mengadu ke Dewan

  • Whatsapp
ANGGOTA DPRD Gianyar, Kadek Wardana; didampingi Plt. Kadis Koperasi Dewa Alit Mudarta dan perwakilan nasabah Koperasi GASB. Foto: adi
ANGGOTA DPRD Gianyar, Kadek Wardana; didampingi Plt. Kadis Koperasi Dewa Alit Mudarta dan perwakilan nasabah Koperasi GASB. Foto: adi

GIANYAR – Setelah tidak bisa menarik tabungan dan deposito di Koperasi Griya Anyar Sari Boga, puluhan nasabah mengadu ke DPRD Gianyar, Senin (14/6/2021). Mereka berharap para wakil rakyat bisa memberi solusi atas permasalahan yang dihadapi. Perwakilan nasabah tiba sekitar pukul 10.00, diterima anggota DPRD Gianyar, I Made Wardana; bersama Plt. Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Gianyar, Dewa Gede Mudiarta.

Perwakilan nasabah, Dewa Astawa, menyampaikan tujuan kedatangan untuk minta wakil rakyat serta instansi terkait dapat memberi solusi terbaik. Nasabah juga berharap koperasi tetap dibuka agar ada keterbukaan informasi, kemudian pengurus dan pengawas koperasi agar minta oknum manajer untuk menepati janjinya, minta diadakan RAT, dan ada pengembalian uang nasabah.

Bacaan Lainnya

Salah seorang nasabah, Sri Wulan, menjelaskan, sejak November 2020 lalu dia tidak bisa menarik tabungan. Padahal tabungan itu sangat dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19. Kata dia, sebelumnya sejak bulan April 2020 memang sudah terlihat gelagat buruknya, “Untuk menarik tabungan bisa, tapi sedikit-sedikit.” 

Puncaknya setelah koperasi menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) pada bulan November 2020. Sejak saat itu nasabah sama sekali tidak bisa menarik tabungan, apalagi depositonya. Padahal, ucapnya, nasabah pemilik tabungan dan deposito rela tidak mendapat bunga.

Baca juga :  Sanjaya Hadiri “Pemelaspasan” di Banjar Eka Swara Dangin Carik

“Kemudian sejak pertengahan Mei 2021 lalu kantor koperasi jarang buka, kadang buka dan kadang tutup. Sampai akhirnya bulan Juni 2021 kantor tutup terus sampai sekarang. Jadi, kami kesulitan mendapat informasi tentang tabungan dan deposito,” sesalnya.

Bahwa kemudian ia dan nasabah lain memutuskan mengadu ke DPRD Gianyar, harapannya mereka bisa dibantu mencari jalan keluar permasalahan tersebut. “Kami dari 90 nasabah menghimpun diri, dan memutuskan untuk mohon bantuan kepada DPRD Gianyar selaku wakil rakyat, agar bagaimana caranya uang tabungan dan deposito kami bisa kembali. Atau paling tidak komunikasi dengan pihak koperasi tidak terputus,” katanya memohon.

Lebih jauh diungkapkan, saat menggelar RAT bulan November 2020 lalu, terungkap ada oknum manajer yang menggelapkan dana nasabah. Koperasi, terutama oknum itu, berjanji mencicil tabungan dan deposito nasabah dalam waktu satu tahun. Kemudian dari pengurus minta supaya dibagi per triwulan menjadi Rp250 juta. Namun, sampai jatuh tempo, sepeser pun tidak ada uang.

“Ini sudah mau triwulan kedua juga tidak ada apa-apa,” serunya dengan nada kesal.

Kekecewaan juga diungkapkan, Dewa Nyoman Ngetis (88), asal Lingkungan Pasdalem, Gianyar. Tabungan senilai Rp50 juta yang dia kumpulkan sejak tahun 2002 tidak bisa ditarik. “Uang sesaridan uang insentif dari pemerintah saya tabung semuanya ke koperasi, tapi sekarang koperasi tidak pernah buka lagi,” ketusnya.

Dewa Astawa menguraikan kembali, permasalahan itu terungkap setelah dana koperasi dimanfaatkan secara pribadi oleh oknum manajer senilai total Rp5 miliar. Di hadapan pengawas dan prajuru adat bertempat di Pura Puseh setempat, manajer ini berjanji mengembalikan dana tersebut. “Tapi sampai sekarang tidak ada apa,” sergahnya.

Baca juga :  DPRD Bali Minta Pemprov Tambah Bantuan Bibit Babi

Menyimak aspirasi tersebut, legislator I Made Wardana mengatakan dalam persoalan ini pihaknya hanya sebagai fasilitator. “Kami minta Dinas Koperasi menindaklanjuti keluhan anggota koperasi ini,” sebutnya.

Plt. Kadiskop Dewa Alit Mudiarta menegaskan, instansinya akan memanggil pengawas, pengurus termasuk oknum manajer Koperasi Griya Anyar Sari Boga, Selasa (15/62021). “Kami akan panggil untuk mengetahui sejauh mana permasalahannya, dan upaya penyelesaian apa yang sudah dilakukan. Kami pelajari dulu permasalahannya,” kata Mudiarta.

Menurutnya, nasabah ingin agar ada kepastian dari oknum manajer koperasi mengenai dana mereka. Sebab, sesuai surat pernyataan yang dibuat, oknum ini berjanji bertanggung jawab atas dana nasabah tersebut. “Ini yang akan kita tanyakan besok bagaimana pertanggungjawabannya,” tandasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.