POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMP PGRI 2 Denpasar di Jalan Meduri, No. 45 Denpasar Timur, tahun ini menerima 483 siswa baru. Jumlah ini meningkat 165 siswa dari tahun lalu, karena PPDB Kota Denpasar tahun ini berjalan dengan baik dan aman.
Makanya, SMP PGRI 2 Denpasar atau lebih keren dengan sebutan Grisda menjadi SMP swasta di Bali yang terbanyak menerima siswa baru tahun ini. Para siswa baru ini menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin (15/7/2024).
Pembukaan MPLS ditandai dengan pengalungan tanda pengenal MPLS pada siswa baru oleh Kepala SMP PGRI 2 Denpasar, Ayu Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd. MPLS mengangkat tema “MPLS Grisda Ciptakan Lingkungan Belajar yang Inklusif, Berkebhinekaan dan Aman Bagi Semua’’.
Saat itu, kepala sekolah, para guru, pegawai dan siswa baru SMP PGRI 2 Denpasar menandatangani deklarasi anti perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah. Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan, baik fisik maupun verbal, di lingkungan sekolah.
Ayu Sri Wahyuni mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan dan kekerasan. Kepala sekolah berprestasi ini menekankan bahwa setiap individu berhak merasa aman dan nyaman di sekolah, serta terbebas dari segala bentuk intimidasi dan diskriminasi.
‘’Kami berkomitmen untuk memastikan setiap siswa merasa aman dan nyaman berada di sekolah. Setiap siswa merdeka dalam mencapai cita-citanya, tanpa ada diskriminasi dan perundungan,’’ lugasnya.
Selain penandatanganan deklarasi, acara MPLS selama tiga hari juga diisi dengan berbagai kegiatan edukatif mengenai perundungan dan kekerasan. Peserta didik baru diberikan pemahaman mengenai cara yang bisa mereka lakukan untuk berperan serta dalam menciptakan lingkungan inklusif, berkebhinekaan dan aman.
Kegiatan MPLS di SMP PGRI 2 Denpasar diharapkan dapat memberikan pengalaman positif bagi peserta didik baru, serta membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di lingkungan sekolah. Dengan adanya deklarasi anti perundungan dan kekerasan, diharapkan SMP PGRI 2 Denpasar dapat menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga sekolah.
Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., bangga SMP PGRI 2 Denpasar tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat. Yayasan memberi apresiasi positif atas kerja keras stakeholder sekolah berbuah manis pada hasil PPDB yang tetap ajeg. tra























