Tatap Pilkada Loteng, Istri Sekda NTB Pepet PKS

BAKAL calon Bupati Loteng, Lale Prayatni, usai silaturahmi dengan petinggi PKS Loteng di kediamannya yang viral di medsos. Foto: fahrul
BAKAL calon Bupati Loteng, Lale Prayatni, usai silaturahmi dengan petinggi PKS Loteng di kediamannya yang viral di medsos. Foto: fahrul

MATARAM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB mulai menjajaki mencari lawan tanding Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng), HL Pathul Bahri. Kini, Bahri “naik kelas” menjadi calon Bupati di Pilkada Loteng 2020 dengan diusung Partai Gerindra. Langkah PKS dipicu adanya hasil survei yang menunjukan elektabilitas sejumlah figur bakal calon Bupati yang muncul saat ini, nilainya di bawah 20 persen. Termasuk Pathul Bahri sebagai petahana.

Satu sosok yang muncul belakangan yakni Lale Prayatni, istri Sekda NTB, HL Gita Aryadi. Kabarnya ada pertemuan informal jajaran pengurus DPD PKS Loteng dengan Asisten II Sekda Lobar tersebut, yang viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu. Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, Selasa (28/7/2020) mengakui Lale Prayatni masuk daftar figur yang berpeluang disurvei partainya.

Bacaan Lainnya

Hadi berkata terus mencermati dinamika politik di Loteng. Apalagi Yayasan Attohiriyah Al Fadiliyah (Yatofa) Bodak yang merupakan Ponpes Bupati Loteng, HM Suhaili, justru tidak akan mengusung figur pengganti Suhaili di pilkada kali ini. Namun, rencana survei juga bergantung kegigihan Lale merebut partai lain sebagai kendaran politik. Bila tidak mendapat partai koalisi, PKS kemungkinan tidak akan survei lagi. “Cukup dengan yang sudah ada itu,” kata dia.

Tahapan di PKS saat ini, sebutnya, masih memproses usulan paket yakni HL Suryade-Habib Ziadi, Dwi Sugianto-HL Normal Suzana, dan Masrun-HL Aksar Ansori. Ketiga paket itu bersaing ketat meyakinkan PKS, terutama untuk gambaran koalisi partai yang dibangun. Dengan persaingan itu, PKS harus mengkaji lebih dalam lagi sebelum memutuskan dukungan politik. “Selama SK DPP belum terbit, masih mungkin. Bergantung DPD apakah ada usulan lagi,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, Lale Prayatni gencar melobi elite parpol untuk mendapat dukungan. Komunikasi politik malah sampai ke tingkat DPP yakni Gerindra, PKS, Hanura, dan lainnya. Dengan kondisi itu, dia yakin sangat memungkinkan terjadi kocok ulang pasangan, sekaligus membuka peluang dia meraih tiket dukungan parpol.

Alhamdulillah, jajaran PKS termasuk Pak Gubernur selaku Ketua Tim Pemenangan Wilayah PKS NTB juga mempersilakan saya ikut berkompetisi di Pilkada Loteng kali ini,” katanya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses