Lelah “Menanti” Selly, Golkar Siapkan Gusde Sidarta

  • Whatsapp
MARIYANA Wandira. Foto: gus hendra
MARIYANA Wandira. Foto: gus hendra

DENPASAR – Belum ada tanda-tanda “lamarannya” kepada IA Selly Fajarini, istri Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra, akan diterima, membuat Partai Golkar Denpasar serius menyiapkan skenario alternatif. Sosok lain yang disiapkan yakni IB Sidarta alias Gusde, tokoh masyarakat asal Sanur, Densel. Hal itu diutarakan Ketua DPD Partai Golkar Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira, Selasa (28/7/2020).

Wandira menuturkan, partainya memiliki kriteria tersendiri dalam melirik figur potensial yang dipandang memiliki kapabilitas menakhodai Kota Denpasar. Ketika opsi meminang Selly Fajarini atau Selly Mantra menemui jalan buntu, pilihan lain untuk menjadi calon Wakil Walikota sudah tersedia. “Sampai sekarang survei bakal calon masih berproses, termasuk untuk Pak Rai Iswara dan Bu Selly Mantra. Akhir Juli ini hasilnya baru bisa kita lihat,” ujar Wakil Ketua DPRD Denpasar tersebut.

Baca juga :  Menkes: 9 WNI Positif COVID-19 di Diamond Princess

Pertimbangan melirik Gusde, sebutnya, antara lain karena kompetensi dan jam terbangnya di bidang pariwisata. Menurutnya, Gusde sebagai tokoh Sanur malang-melintang di dunia pariwisata sedikitnya selama 15 tahun. Salah satu gebrakannya yakni Sanur Village Festival, sukses dinobatkan menjadi satu festival pariwisata terbaik di Indonesia.

Menimbang Denpasar merupakan salah satu destinasi wisata dunia, sambungnya, kepiawaian di bidang pariwisata menjadi menjadi salah satu modal dasar membangun Denpasar. ”Dari pengalaman itu, kami melihat Denpasar sebagai salah darah tujuan wisata sangat butuh sentuhan sosok yang memahami pariwisata. Beliau kami rasa cocok dan pantas di posisi itu,” ulas politisi asal Sanur tersebut.

Kembali ke sosok Selly Mantra, dia mengakui hasil survei popularitas Selly memang tinggi di Denpasar. Hasil yang sangat bisa dipastikan sesungguhnya, mengingat aktivitas Selly sebagai istri Walikota yang banyak kegiatan di masyarakat. Namun, apakah itu berkorelasi dengan akseptabilitas dan elektabilitas, dia tidak merinci lebih jauh.

Baca juga :  Pilkada Ditunda, di Badung Bisa Ada Penantang Petahana

Wandira memaparkan, Golkar sudah siap dengan skenario terburuk andai Selly betul-betul tidak bisa diajak bergabung. Dia juga menjamin partainya siap ke palagan pilkada dengan atau tanpa Selly. Lagipula kalkulasi politik tidak ditentukan satu jalan, karena jalan lain selalu tersedia.

“Pasti ada jalan, kami sudah perhitungkan itu. Ibaratnya kita tidak boleh menaruh telur dalam satu keranjang. Di Golkar kami proses dengan baik dan benar, tidak hanya melihat ke satu titik,” ungkapnya.

Mencari komposisi paket yang ideal, imbuhnya, Golkar melihat banyak perspektif dalam melakukan simulasi. Siapa dipasang nomor 1, siapa yang nomor 2. Karena masih berproses dan waktu pendaftaran masih tersedia, dia tak mau buru-buru melansir hasilnya. Terlebih Golkar terlatih melalui kondisi yang ada dengan tetap mengusung ambisi meski tidak mau ambisius.

Baca juga :  Perjuangkan Air Jadi Sumber PAD Bangli, Dewan Dukung Bupati Buat Perda Imbal Jasa Lingkungan

“Kami hanya ingin memenangkan hati rakyat, kalau tidak bisa ya itu hasil akhir. Kami ingin rakyat merdeka dan berdaulat, serta tentukan pilihan calon pemimpinnya. Itulah hasil perjuangan selama ini,” tandasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.