Tanpa UN, Nilai Kelulusan Siswa Lebih Murni

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Sadra. Foto: adi
KEPALA Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Sadra. Foto: adi

GIANYAR – Tidak adanya Ujian Nasional (UN) selama pandemi Covid-19, dinilai tidak akan mengurangi kualitas kelulusan siswa. Hal itu karena mekanisme kelulusan akan dirangkum dari nilai rapor siswa dari semester pertama.

Sebab, selain siswa dituntut harus memiliki nilai yang baik selama mengikuti pembelajaran, mereka juga harus memiliki budi pekerti yang baik selama mengenyam pendidikan. Dalam hal ini pihak sekolah dituntut harus objektif dalam penilaian siswanya.

Bacaan Lainnya

Salah seorang orangtua siswa SMPN 1 Gianyar, I Wayan Sudana, Jumat (5/2/2021) menyambut baik Surat Edaran (SE) Kemendikbud terkait ditiadakannya UN. Sebab, selain untuk menjamin kesehatan siswa. Hal tersebut juga membuat penilaian kelulusan lebih murni.

Kata dia, selama diterapkan UN ada siswa yang tidak lulus. Padahal selama bersekolah siswa tersebut memiliki nilai akademis yang baik, pun memiliki budi pekerti yang baik.

Kondisi itu diduga karena ada tekanan mengikuti standar UN, sehingga saat ujian siswa kehilangan konsentrasi. ‘’Bisanya kalau sudah kelas 3 atau mau kelulusan, budi pekerti siswa akan menurun, karena dia mengira hal itu tidak  mempengaruhi kelulusan. Tapi dengan sistem kelulusan yang direkap dari nilai semester satu, maka kelulusan akan menjadi (lebih) murni,’’ ujarnya.

Baca juga :  Pengamat Berharap Jaya Negara Berpasangan dengan Non Kader

Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Sadra, mengantakan, sejauh ini pihaknya belum mendengar ada keluhan terkait ditiadakannya UN. Sebab bagaimanapun semua pihak harus menaati peraturan pemerintah pusat demi kebaikan bersama.

Dia juga membenarkan selama ditiadakan UN ini, kelulusan siswa ditentukan dari hasil ujian pertama hingga ujian menjelang kelulusan. ‘’Sekolah harus mampu memberi penilaian secara objektif. Secara teknis kami akan lakukan penilaian dengan strategi mengumpulkan nilai dari semester satu, sehingga kelulusan tidak lagi bergantung pada UN,’’ jelasnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.