SDGs Desa, Adakah Dukungan BUMDes?

  • Whatsapp
NI Kadek Sinarwati. foto: ist

Oleh Ni Kadek Sinarwati
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha

TUJUAN Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan agenda pembangunan negara-negara di dunia. Agenda ini merupakan lanjutan dari agenda pembangungan millennium atau Milenium Development Goals (MDGs) yang telah berakhir pada tahun 2105. SDGs ditetapkan sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2030.

Bacaan Lainnya

Adapun 17 tujuan yang diusulkan sebagai indikator SDGs adalah sebagai berikut: 1). Mengakhiri segala bentuk kemiskinan; 2). Mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, dan mencanangkan pertanian berkelanjutan; 3). Menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di segala usia; 4). Menjamin kualitas pendidikan yang adil dan inklusif serta meningkatkan kesempatan belajar seumur hidup untuk semua; 5). Mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan; 6). Menjamin ketersediaan dan manajemen air dan sanitasi secara berkelanjutan;

Kemudian 7). Menjamin akses terhadap energi yang terjangkau, dapat diandalkan, berkelanjutan, dan modern; 8). Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang merata dan berkelanjutan, kesempatan kerja penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua; 9). Membangun infrastruktur tangguh, mempromosikan industrialisasi inklusif dan berkelanjutan dan mendorong inovasi; 10). Mengurangi ketimpangan dalam dan antar negara; 11). Membuat kota dan pemukiman manusia yang adil, merata, aman, tangguh dan berkelanjutan; 12). Menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan; 13). Mengambil tindakan segera untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya;

Baca juga :  Mulai Selasa Ini, Vaksinasi Massal Sasar 11 Desa di Denpasar Barat

Selanjutnya 14). Melestarikan samudera, laut dan sumber daya kelautan secara berkelanjutan untuk pembangunan berkelanjutan; 15).Melindungi, memulihkan dan meningkatkan pemanfaatan secara berkelanjutan ekosistem darat, mengelola hutan, memerangi desertifikasi, dan menghentikan dan memulihkan degradasi lahan dan menghentikan hilangnya keanekaragaman hayati; 16). Meningkatkan masyarakat yang inklusif dan damai untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses terhadap keadilan bagi semua dan membangun institusi yang efektif, akuntabel dan inklusif di semua tingkatan; 17). Memperkuat sarana pelaksanaan dan merevitalisasi kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan

Bagaimana implementasi SDGs di Negara Indonesia? Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo menetapkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 Tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Peraturan Presiden ini ditetapkan pada tanggal 4 Juli 2017 dan diundangkan pada Lembaran Negara RI Nomor 136 tahun 2017 pada tanggal 10 Juli 2017.

Pasal 1 ayat 1 Perpres ini menyebutkan bahwa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals yang selanjutnya disingkat TPB adalah dokumen yang memuat tujuan dan sasaran global tahun 2016 sampai tahun 2030. Kebijakan strategis yang memuat tahapan-tahapan pencapaian TPB disesuaikan dengan pembangunan nasional yang kemudian dituangkan dalam Rencana Aksi Nasional (RAN) TPB dan Rencana Aksi daerah (RAD) TPB. Pada Pasal 15 ayat 1 disebutkan untuk pencapaian sasaran TPB Daerah, Gubernur menyusun RAD TPB 5 (lima) tahunan bersama Bupati/Walikota di wilayahnya masing-masing dengan melibatkan Ormas, Filantropi, Pelaku Usaha, Akademisi, dan pihak terkait lainnya.

Baca juga :  Oalaaa, Tiba di Lokasi Kebakaran, Alat Mobil Pemadam Kebakaran Kurang Berfungsi Maksimal, Gedung SDN 3 Bajera Ludes Terbakar

Bagaimana dengan Pelaksanaan TPB/SDGs di tingkat desa atau lebih singkatnya disebut dengan SDGs Desa? Kehadiran Kebijakan SDGs Desa dilatarbelakangi oleh arahan Presiden RI pada tanggal 22 Oktober 2019, dua poin penting arahan Presiden terkait hal ini adalah: Dana desa harus dirasakan seluruh warga desa terutama golongan terbawah dan Dampak pembangunan desa harus lebih dirasakan melalui pembangunan desa yang lebih terpokus.

Delapan belas indikator yang ingin dicapai dari aksi SDGs Desa adalah: 1) Desa Tanpa Kemiskinan; 2) Desa Tanpa Kelaparan; 3) Desa sehat sejahtera; 4) Pendidikan Desa Berkualitas; 5) Keterlibatan Perempuan Desa; 6) Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi; 7) Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, 8) Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata; 9) Infrastruktur dan Inovasi Desa Sesuai Kebutuhan; 10) Desa Tanpa Kesenjangan, 11) Kawasan Pemukiman Desa Aman dan Nyoman; 12) Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan; 13) Desa Tanggap Perubahan Iklim; 14) Desa Peduli Lingkungan Laut; 15) Desa Peduli Lingkungan Darat; 16) Desa Damai Berkeladilan; 17) Kemitraan Untuk Pembangunan Desa; 18) Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Adaftif.

Apa dukungan BUMDes dalam mewujudkan SDGs Desa? Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga ekonomi sosial yang didirikan oleh Pemerintah desa bersama dengan masyarakat desa, diamanatkan oleh Undang-Undang untuk mengelola potensi desa dalam memenuhi kebutuhan masyarakat desa.

Baca juga :  Hamzi Hamzar Desak KLU Miliki Kodim

Beberapa BUMDes yang ditemui di Provinsi Bali memiliki bidang usaha penyediaan pupuk untuk meningkatkan hasil produksi pertanian, mengelola air bersih, bekerjasama dengan komunitas Petani Muda Keren( PMK) untuk menjembatani petani dengan pembeli produk pertanian, bekerjasama dengan kelompok peternak ayam petelur dalam penyediaan pakan ayam dan penjualan telor, bekerjasama dengan Bank Umum dalam menyediakan jasa keuangan bagi masyarakat desa.

Mengacu pada unit usaha yang dilakukan BUMDes, dapat dinyatakan bahwa BUMDes telah melakukan upaya mendukung pencapaian tujuan SDGs Desa. Kegiatan usaha BUMDes menyediakan pupuk dan penyedian pakan ayam merupakan dukungan terhadap SDGs Desa 1 dan 2 yaitu Desa tanpa kemiskinan dan kelaparan.

Kegiatan BUMDes mengelola air bersih merupakan dukungan terhadap SDGs Desa 6 yaitu Desa yaitu Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi. Kerjasama yang dilakukan BUMDes dengan Komunitas yang ada di desa dan dengan Bank Umum merupakan dukunga terhadap SDGs Desa 17 yaitu Kemitraan untuk membangun desa. Semoga kehadiran BUMDes mampu mempercepat terwujudnya SDGs Desa. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.