Suwandi: Prestasi Bali di PON XX Hasil Kerja Keras Semua Pihak

  • Whatsapp
KETUA Umum KONI Bali, Ketut Suwandi saat menyerahkan penghargaan bagi 24 cabang olahraga yang menyumbangkan medali untuk kontingen Bali pada PON XX/2021 di Papua. foto: ist

DENPASAR – Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi mengatakan, prestasi Bali yang sukses menembus peringkat lima pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2021 di Papua, merupakan hasil kerja keras keras semua pihak.

Hal itu diungkapkan Suwandi di Hotel Neo Denpasar, Senin (27/12/2021), saat memberi penghargaan kepada 24 cabang olahraga (cabor) penyumbang medali bagi kontingen Bali pada PON XX Papua.

Bacaan Lainnya

”Dari 29 cabor yang diikuti Bali, 84 persen atau 24 cabor sukses menyumbang medali,” kata Suwandi yang pada momen itu dirinya juga menerima penghargaan pribadi dari Perguruan Karate Inkai Pusat berupa sabuk kehormatan.

Suwandi juga merinci penghargaan yang diberikan yakni cabor peraih medali 4-7 emas, 1-3 emas, peraih perak dan peraih perunggu. “Ini merupakan apresiasi kepada cabor dengan pembinaan atau persiapannya menatap PON di Papua lalu. Saya pribadi kagum dengan semangat atlet yang berjuang tanpa mengeluh. Ini yang saya tanamkan selama dua bulan persiapan,” ujarnya.

Suwandi menambahkan, pemahaman dalam persiapan itu mampu dimengerti oleh cabor. Selain itu evaluasi setiap kekurangan terus dilakukan serta bagaimana mencari solusi bersama. “Sehingga di Papua, kita berhasil lewati tantangan dengan hasil luar biasa,” ucapnya.

Baca juga :  Viral Video Perkelahian Dua Gadis Dipicu Rebutan Pacar

Ia juga mengakui, bahwa prestasi di Papua itu bukan karena Ketut Suwandi seorang, tapi kerja keras semua pihak. “Saya sampaikan hormat setinggi-tingginya juga kepada bapak Gubernur Bali, Wali Kota maupun Bupati yang telah mendukung atletnya. Pengprov cabor, KONI kabupaten/kota dan tak lupa bapak seluruh pihak yang mendukung selama kita di Papua,” ungkap Suwandi.

Setelah apa yang dicapai di Papua, Suwandi berharap kembali mulai awal dengan visi harus bisa lebih baik lagi. “Siapa yang bisa siapkan diri lebih cepat dan berkesinambungan, mereka yang memenangkan kompetisi. Jangan terbuai dengan apa yang didapatkan saat ini. Kemarin adalah catatan sejarah. Tidak ada kata berhenti, karena prestasi butuh proses” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.