Sugiasa Tuding Anak Winasa ke Golkar Hanya Adu Nasib

  • Whatsapp
I Ketut Sugiasa. Foto: Ist
I Ketut Sugiasa. Foto: Ist

DENPASAR – Merapatnya I Gede Ngurah Patriana Krisna ke Partai Golkar sebagai bakal calon Wakil Bupati Jembrana dilihat sebagai adu nasib belaka. Di sisi lain, sikap Golkar yang menampung putra sulung mantan Bupati Jembrana, I Gde Winasa, itu untuk dipaketkan dengan Nengah Tamba dipandang sekadar strategi memancing respons publik belaka. Hal tersebut dilontarkan bakal calon Wakil Bupati Jembrana dari PDIP, Ketut Sugiasa, Selasa (9/6/2020).

Ah, itu hanya paket coba coba saja, testing on the water. Masyarakat sudah jeli sekarang, mereka tahu mana yang benar berbuat (untuk masyarakat) dan mana yang sekadar adu nasib,” sebutnya kalem.

Bukan tanpa alasan Sugiasa seperti itu. Kata dia, anak Winasa baru sebatas ingin menjadi pemimpin. Dulu kabarnya pernah ingin mencalonkan diri tapi tidak jadi. Yang sekarang pun belum jelas juga apakah niatnya sepenuh hati atau setengah hati.

Baca juga :  Volume Sampah di Badung Turun Drastis

Lebih jauh diutarakan, masa pandemi Corona ini banyak memanfaatkan adu nasib dengan berpura-pura sayang kepada masyarakat. Misalnya mendadak rajin memberi bantuan. Namun, publik tidak tahu bagaimana visi dan misi mereka jika kelak memimpin. Pengalaman masyarakat Jembrana merasakan pilkada, baik lewat DPRD maupun pilkada langsung, sejak tahun 1999 dipandang cukup untuk memberi pemahaman pemimpin apa yang diinginkan. “Yang jelas nanti akan banyak isak tangis untuk yang calon-calon itu,” sindir anggota Komisi II DPRD Bali tersebut.

Mantan Ketua DPRD Jembrana itu kembali mengulang pernyataan bagaimana tingkat kecerdasan masyarakat sangat menentukan laku-tidaknya paslon saat pilkada. Masyarakat bisa memilah dan memilih mana paslon yang serius melayani, dan mana yang sekadar “jual bumbu”. Hanya, sebutnya, masyarakat diam dan menunggu. “Silakan lihat nanti saat pemungutan suara) pemahaman demokrasi masyarakat kita saat ini. Banyak yang swing voter (pemilih belum jelas sikapnya), jadi kalau ada orang adu nasib itu berarti belum paham sikap orang Jembrana,” tegasnya.

Baca juga :  Pemkab Klungkung Tangani WNA Gejala Covid-19, Diangkut Kapal Roro dari Nusa Penida

Disentil pernyataannya bentuk jemawa melihat lawan, Sugiasa hanya tertawa. Termasuk ketika ditanya sosok Tamba yang sudah dikenal masyarakat Jembrana. “Bukan, itu rakyat yang menentukan pilihan sesuai pengalaman. Ada evaluasi sikap masyarakat terhadap partai seperti apa, dan kondusivitas aman di Jembrana saat ini,” urainya. hen

banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 banner 728x250 SMK BALI DEWATA

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.