Sudah 41 Tahun, PLTMH Narmada Masih Eksis Produksi Listrik

  • Whatsapp
PETUGAS PLN tengah memeriksa mesin penggerak energi listrik di PLTMH Narmada, Lobar. Foto: rul
PETUGAS PLN tengah memeriksa mesin penggerak energi listrik di PLTMH Narmada, Lobar. Foto: rul

MATARAM – Komitmen PLN terhadap pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) telah dimulai sejak tahun 1980. Salah satunya adalah dengan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Narmada yang berlokasi di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

PLTMH yang dibangun pada tahun 1980 tersebut memiliki daya mampu 80 kW dari daya terpasang 100 kW. PLTMH ini memanfaatkan aliran sungai di Narmada, yang dikenal mempunyai potensi debit yang cukup deras dengan kondisi topografi yang potensial bagi pembangunan PLTMH di pulau Lombok.

Bacaan Lainnya

Manager PLN Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro/Surya (ULPL TMH/S) Tanjung, Fredi Agung, mengatakan, keberadaan PLTMH Narmada dapat beroperasi hingga saat ini, lantaran  pemeliharaan yang konsisten dan terus dilakukan secara berkala.

‘’Pemeliharaan terus kami lakukan untuk menjaga keandalan PLTMH ini. Mengingat usia dari PLTMH ini sudah 41 tahun, tentunya pemeliharaan juga harus kami lakukan ekstra,’’ kata Fredi, Senin (10/1/2022).

Menurut dia, salah satu tantangan dalam pemeliharaan PLTMH, yakni penyediaan komponen peralatan yang siap pakai jika terjadi gangguan. Apalagi, usia yang terbilang lama, sehingga beberapa komponen peralatan yang digunakan sudah tidak diproduksi lagi oleh pabrikan.

Baca juga :  Pegiat Sastra Bali Modern “Keroyokan” Apresiasi SBM

Oleh karena itu, lanjut Fredi, inovasi terus dilakukan oleh PLN. Salah satunya dengan reverse engineering, yaitu pengembangan prinsip teknologi dari komponen tersebut melalui struktur, fungsi dan cara kerjanya.

‘’Ke depan, PLN tentunya akan terus berupaya menjaga keandalan dari seluruh PLTMH-nya. Tak hanya itu, PLN juga akan terus mengembangkan potensi EBT di Lombok, sebagai bentuk dukungan terhadap program transisi energi untuk mewujudkan net zero emission di tahun 2060,’’ jelas dia. Fredi menambahkan, pihaknya saat ini, mengelola 3 PLTMH dan 3 PLTS. Yakni, PLTMH Narmada, PLTMH Santong, PLTMH Pengga, PLTS Gili Trawangan. Selanjutnya, PLTS Gili Air, dan PLTS Gili Meno. ‘’Ada pun total kapasitas yang dibangkitkan dari pembangkit EBT tersebut adalah 2,32 MW,’’ ujarnya menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.