Gandeng PLN, NTB Kembangkan Listrik Tenaga Batu Bara

  • Whatsapp
WAKIL Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Foto: rul
WAKIL Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Foto: rul

MATARAM – Pemprov NTB dan PT PLN (Persero) bersinergi untuk memanfaatkan fly ash bottom ash (FABA) yang merupakan sisa pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Sinergi tersebut dituangkan dalam dokumen nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah; dan General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran.

‘’Satu langkah lagi untuk mewujudkan zero waste di NTB. FABA yang mulanya waste akhirnya memiliki banyak fungsi. Semoga langkah ini diikuti langkah teknis yang dapat bermanfaat untuk pembangunan di NTB,’’ ujar Wagub Rohmi, Senin (10/1/2022).

Bacaan Lainnya

Perempuan yang akrab disapa Umi Rohmi itu juga menyampaikan tentang dukungannya untuk pengembangan program transfer energi dari ke energi baru terbarukan menuju net zero emission.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran, menjelaskan, dari dua unit pembangkit PLTU PLN, yaitu PLTU Jeranjang dan PLTU Sumbawa Barat memiliki jumlah potensi pemanfaatan FABA sampai dengan 87 ton per hari atau sebanyak 2.600 ton per bulan.

Potensi yang bisa dimanfaatkan pun juga sangat besar dan dapat bermanfaat bagi masyarakat NTB. ‘’Kami sudah merencanakan pemanfaatan FABA ini untuk sektor pariwisata, pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dan juga pembangunan beberapa infrastruktur untuk Provinsi NTB,’’ ungkapnya.

Baca juga :  Kasus Covid-19 di Denpasar, Empat Pasien Sembuh, Positif Bertambah 11 Orang

Pada sektor pariwisata misalnya,  pembangunan akses jalan Desa Wisata Sigar Penjalin di Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, dan untuk kawasan Air Terjun Gunung Janggot, Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah.

Untuk sektor IKM, lanjut Lasiran, akan diberikan bantuan mesin produksi batako dan paving untuk IKM di Desa Batu Mekar, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, IKM Al-Ahza di Desa Telaga Bertong, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, dan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Tak hanya itu, FABA juga dimanfaatkan untuk pembangunan rumah pelatihan dan pemberdayaan difabel untuk kemandirian di Kelurahan Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Mataram. Selain itu, Gedung SDI Bina Ummat Desa Banjar, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat, dan Eco Park Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang NTB.

Ada juga untuk akses jalan Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Kampung Iklim Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, dan Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang, Sumbawa Barat.

‘’Melalui penandatangan MoU hari ini (kemarin), kami berharap FABA ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, terutama untuk masyarakat NTB,’’ ucap Lasiran.

Dalam kesempatan yang sama, ditandatangani pula perjanjian kerja sama terkait hal yang sama antara PLN NTB dengan delapan kepala organisasi perangkat daerah Pemprov NTB, yaitu Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Perindustrian, dan Dinas Pariwisata.

Baca juga :  Kiprah Ali Al Khairy Menapak Pilgub NTB 2024, Menyemai Silaturahmi, Menuai Doa-Restu

Selain itu, Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.