KARANGASEM – Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karangasem saat ini sedang tidak menggembirakan. Dengan permintan rerata per hari mencapai 20 kantong, persediaan yang ada hanya 16 kantong saja.
Sekretaris PMI Kabupaten Karangasem, I Wayan Suara Arsana, menilai stok darah di PMI Karangasem sangat darurat. Hanya tersisa beberapa kantong, bahkan ada yang berada di bawah lima kantong darah.
“Kemarin bahkan ada golongan darah yang stoknya sempat kosong, sedangkan permintaan terus datang. Makanya kami instruksikan untuk menyiapkan pendonor dari pihak keluarga pasien,” kata Suara, Minggu (5/3/2023).
Lebih jauh diutarakan, permintaan darah dari pasien rata-rata mencapai 20 kantong per hari, bahkan kadang lebih. Karena keadaan itu dia mengaku bingung untuk mencarikan stok darah bagi para pasien tersebut. Bahkan dia mengaku sempat minta bantuan kepada PMI daerah lain untuk membantu.
“Permintaan darah dari pasien sangat tinggi tahun ini, sedangkan masyarakat yang melakukan donor darah secara sukarela sangat minim. Itu yang membuat stok saat ini sangat darurat,” keluhnya.
Untuk stok darah di PMI Kabupaten Karangasem pada Minggu (5/3/2023) adalah untuk golongan darah A sebanyak kantong, golongan darah B (11), golongan darah O (1) dan golongan darah AB (1). Sebenarnya untuk darah yang masih tersisa stok satu kantong saja hanya digunakan pada saat ada kejadian darurat saja.
Berhubung stok darah sangat darurat, bagi pasien yang membutuhkan darah diminta mencari salah satu keluarganya untuk donor darah. Jika itu tidak dilakukan, tentu stok darah akan kosong di PMI.
“Jika tidak seperti itu, stok darah pasti akan habis. Selain itu, saya juga berharap kepada masyarakat agar mau melakukan kegiatan donor darah secara sukarela, agar stok darah di PMI bisa stabil seperti dulu,” pintanya. nad























