SPMB SMPN Denpasar Jalur Domisili: Calon Murid Bisa Pantau Peringkat dan Batalkan Pendaftaran Satu Kali

OPERATOR sekolah melakukan verifikasi berkas pendaftaran calon murid pada Selasa (15/7/2025). Foto: tra
OPERATOR sekolah melakukan verifikasi berkas pendaftaran calon murid pada Selasa (15/7/2025). Foto: tra

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN Denpasar tahun ajaran 2025/2026 jalur domisili tinggal sekejap. Sesuai jadwal, pendaftaran ditutup pada Rabu (16/7/2025) pukul 15.00 WITA.

Selama proses pendaftaran, orang tua maupun calon murid dapat langsung melihat peringkat mereka setelah melakukan pendaftaran melalui laman resmi SPMB Denpasar. Ini sebagai wujud SPMB yang transparan dan dapat dipantau secara real time.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama, Selasa (15/7/2025). Ia menjelaskan bahwa fitur pemantauan langsung ini penting agar calon murid bisa mengetahui posisi mereka dalam perangkingan berdasarkan jarak domisili ke sekolah tujuan.

“Melalui website resmi SPMB, anak-anak dapat melihat secara langsung perkembangan proses seleksi mereka. Ini memudahkan dalam menyusun strategi apabila tidak masuk kuota,” jelasnya.

Agung Wiratama menegaskan bahwa dalam proses SPMB, calon murid diberikan kesempatan melakukan pembatalan pendaftaran, namun hanya satu kali. Pembatalan ini penting ketika pendaftar merasa tidak memiliki peluang di sekolah pilihan pertama dan ingin mencoba sekolah lain yang kuotanya masih memungkinkan.

“Kalau melihat dirinya tidak masuk peringkat di sekolah pilihan pertama, harus segera cabut berkas dan pilih sekolah lain yang peluangnya lebih besar,” katanya.

Kadisdikpora mengingatkan agar calon murid tidak asal memilih sekolah favorit tanpa mempertimbangkan jarak rumah dan daya saing. Sistem seleksi jalur domisili menggunakan kriteria utama berupa jarak tempat tinggal ke sekolah secara garis lurus (udara). Jika jarak sama, seleksi dilanjutkan dengan memprioritaskan usia yang lebih tua, dan jika masih sama lagi, akan ditentukan berdasarkan nilai tertinggi mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, serta IPAS.

“Pilihlah sekolah dengan perhitungan yang matang. Kalau tidak masuk pilihan pertama, pastikan bisa masuk di pilihan kedua atau ketiga,” imbaunya.

Kabar baik lainnya, kata Agung Wiratama, jumlah kursi pada jalur domisili tahun ini mengalami penambahan signifikan. Dari semula hanya 2.527 kursi (43 persen dari total kuota), kini bertambah menjadi 4.143 kursi setelah dilakukan pengalihan sisa kuota dari jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.

“Dengan penambahan ini, peluang diterima di jalur domisili menjadi lebih besar,” tegasnya.

Berdasarkan data Disdikpora Kota Denpasar, hingga hari kedua pendaftaran Selasa (15/7/2025), tercatat 6.798 berkas pendaftaran telah masuk. Dari jumlah tersebut, 4.307 berkas telah diverifikasi, 34 berkas masih dalam proses, dan 2.457 berkas ditolak.

Untuk menjamin proses berjalan adil dan transparan, Disdikpora juga menyediakan layanan pengaduan dan posko bantuan offline di kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar.

“Dengan sistem yang semakin ketat dan transparan, kami harap para orang tua dan siswa bisa menyusun strategi dengan bijak agar tidak kehilangan kesempatan bersekolah di negeri,” pungkas Agung Wiratama. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses