POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Memberi perlindungan bagi tenaga kerja mengatasi berbagai tantangan dan risiko dalam bekerja, Dinas Tenaga Kerja Gianyar bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Gianyar menyerahkan kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada 247 sopir angkutan siswa gratis, Senin (7/8/2023).
Kadisnaker Gianyar, Ida Ayu Surya Adnyani, mengatakan, hal tersebut merupakan program pemerintah dalam melindungi tenaga kerja. Dia menyebut keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan merupakan program pemerintah yang wajib dilaksanakan pemberi kerja.
“Dalam implementasinya, pemberi kerja wajib mendaftarkan seluruh tenaga kerja, baik yang bersifat tetap, kontrak, maupun harian, sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Adnyani menuturkan, sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, tentu memiliki kewajiban membayar setiap bulan. Angkanya hanya Rp16.800. Namun, dia menilai nilainya sangat kecil jika dilihat dari manfaat yang didapat. “Mungkin nilai tersebut jauh lebih kecil dari biaya rokok bapak-bapak,” paparnya sembari tersenyum.
Manfaat dari BPJS sangat besar, BPJS Ketenagakerjaan ada jaminan untuk kecelakaan kerja. Jika mengalami kecelakaan kerja, santunan langsung diberikan. Ada juga jaminan hari tua dan jaminan pensiun, serta satu lagi adalah jaminan kehilangan pekerjaan yang tentunya dapat memberi perlindungan bagi masyarakat.
Kadis Perhubungan Gianyar, I Made Arianta, menambahkan, Kabupaten Gianyar memulai angkutan siswa gratis dari tahun 2018. Program ini berjalan lima tahun, dan ini adalah tahun kelima sesuai masa kepemimpinan Bupati Gianyar.
Dalam perjalanannya di tahun 2018, Dishub mengawali dengan pelayanan 75 unit kendaraan melayani 10 SMP. Kemudian terus berkembang tahun 2019 meningkat dengan 184 unit armada dan 75 trayek di 10 SMP.
Tahun 2020, jelasnya, kembali bertambah menjadi 240 unit untuk 16 SMP. Tahun 2021 tetap di 16 SMP sampai tahun 2022, dan kemudian tahun 2023 memiliki 247 unit armada dengan 80 trayek untuk melayani 17 SMP dengan pagu kegiatan sebesar Rp18 miliar.
“Program ini merupakan satu-satunya di seluruh Bali yang mampu menyerap dan melayani sedemikian besar siswa, sedemikian banyak sekolah, dan jumlah armada juga banyak,” terangnya.
Arianta juga menitipkan pendidikan karakter anak-anak kepada para sopir angkutan siswa. Dengan demikian mereka bisa memahami keselamatan dalam bertransportasi, karena dalam proses pergi-pulang dari rumah-sekolah itu juga bagian dari pendidikan. “Bagaimana mereka menjaga keselamatan dirinya dalam berkendara di fasilitas umum, itu mencerminkan karakter seseorang,” pungkasnya.
Sekda Gianyar, I Dewa Gde Alit Murdiarta, mengungkapkan, program angkutan siswa gratis merupakan salah satu ide Bupati Gianyar. Program ini sangat dirasa manfaatnya oleh orangtua siswa, khususnya SMP, dan para sopir angkot. Dengan adanya angkutan siswa gratis, orangtua siswa lebih diringankan bebannya dalam mengantar dan menjemput anak ke sekolah.
“Angkutan siswa terbukti memberi rasa aman bagi orangtua, karena anak-anak tidak perlu mengendarai sepeda motor ke sekolah. Sementara keuntungan lainnya adalah sopir angkot mendapat pendapatan pasti, karena ada kontrak dengan pemerintah,” lugasnya menandaskan. adi























