Songsong Implementasi Kurikulum Merdeka Secara Penuh, SMPN 5 Denpasar Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru

PEMBUKAAN workshop bertajuk “Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Rangka Menyongsong Implementasi Kurikulum Merdeka Secara Penuh di SMP Negeri 5 Denpasar Tahun Ajaran 2023/2024”, Jumat (16/12/2022). Foto: ist
PEMBUKAAN workshop bertajuk “Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Rangka Menyongsong Implementasi Kurikulum Merdeka Secara Penuh di SMP Negeri 5 Denpasar Tahun Ajaran 2023/2024”, Jumat (16/12/2022). Foto: ist

DENPASAR – Setiap guru harus mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kognitif, tingkat kecerdasan, kreativitas serta kondisi fisik peserta didik. Guru harus mampu memberikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa. Itulah salah tujuan SMPN 5 Denpasar (Spenma) menggelar workshop peningkatan kompetensi guru.

Agenda workshop bertajuk “Workshop Peningkatan Kompetensi Guru dalam Rangka Menyongsong Implementasi Kurikulum Merdeka Secara Penuh di SMP Negeri 5 Denpasar Tahun Ajaran 2023/2024” ini dilaksanakan lima hari, 16 – 20 Desember 2022, di SMP Negeri 5 Denpasar. “Workshop ini merupakan bagian dari program bidang kurikulum sebagai persiapan guru dalam kegiatan pembelajaran dan peningkatan mutu sekolah,” kata Ketua Panitia, Ayu Made Dwi Cahya Dewi, S.Pd.

Read More

Lebih lanjut Cahya Dewi berkata, workshop juga untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka, sehingga guru mampu memberikan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa. Mampu merencanakan dan melaksanakan pembelajaran Kurikulum Merdeka. Serta mampu menyusun dan mengembangkan CP, TP, ATP, modul ajar, dan modul proyek. 

Kepala SMPN 5 Denpasar, Dr. Putu Eka Juliana Jaya, SE.,M.Si., mengatakan, dalam Kurikulum Merdeka guru dituntut di antaranya mampu mengembangkan bahan ajar melalui gaya belajar visual, kinestetik, atau audio yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.  Hal itu sangat berguna bagi guru untuk menentukan rancangan proses pembelajaran yang paling sesuai bagi peserta didik di kelas.

“Kesadaran akan keragaman kebutuhan dan karakteristik peserta didik, guru dapat menjadikan pembelajaran diferensiasi (differentiated learning) sebagai cara pengembangan pengalaman belajar peserta didik,” jelas sosok yang sering disapa Wawa Arjaya ini. 

Dikatakan, melalui pembelajaran berdiferensiasi, sikap toleransi dapat muncul dengan pemberian keleluasaan bagi siswa untuk mengembangkan potensi. Guru tidak membatasi bahan dasar, proses dan produk yang dihasilkan siswa.

Menurut kepala sekolah yang berasal dari alumnus Guru Penggerak Angkatan 1 ini, workshop Implementasi Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan di SMPN 5 Denpasar bertujuan mempersiapkan para guru untuk menghadapi Kurikulum Merdeka, dimana Implementasi Kurikulum Merdeka ini akan diterapkan kepada seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX di Spenma pada tahun ajaran 2023/2024.

Agenda workshop tersebut menampilkan pemateri-pemateri yang pakar di bidangnya. Mereka adalah Dr. I Wayan Surata,S.Pd.,M.Pd., selaku Kepala Balai Guru Penggerak Bali;  I Made Arjana, S.Pd, M.Pd., selaku Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 Jenjang SMP/Pengawas Sekolah Dinas Dikpora Kota Denpasar; Cokorda Agung Anre Juniana, S.Pd.,M.Pd., selaku Pelatih Ahli Program Sekolah Penggerak Angkatan 1 Jenjang SD, dan Ni Luh Putu Rusmana Dewi, M.Pd., selaku Kepala SMP Bintang Persada / Pelaku Program Sekolah Penggerak. Saat pembukaan workshop juga ditampilkan tari maskot SMPN 5 Denpasar, yakni tari Panca Bayu Jayanti. 

Kepala Balai Guru Penggerak Bali, Wayan Surata,  mengapresiasi gerakan yang dilakukan Kepala SMPN 5 Denpasar yang menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi Guru untuk menyongsong pelaksanaan IKM secara menyeluruh bagi siswa kelas VII, VIII, dan IX pada tahun ajaran 2023/2024. Ini merupakan bagian dan dukungan bagi transformasi sistem pendidikan nasional, yaitu keberanian untuk melakukan lompatan belajar yang jauh meninggalkan hal lama. Surata menegaskan, guru yang ideal memiliki ciri mandiri, student center, rutin melakukan refleksi, goyong royong, dan memiliki kematangan emosi, sosial, dan spiritual. rls

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.