DENPASAR – SMP PGRI 7 Denpasar tetap menjadi sekolah terbaik, dikejar masyarakat karena kualitas. Ini berkat manajemen Kepala SMP PGRI 7 Denpasar, Drs. I Ketut Riasa, M.Si., beserta jajarannya untuk tidak main-main menyelenggarakan pendidikan berkualitas.
Pada PPDB tahun ini, jumlah calon siswa baru yang sudah daftar kembali di SMP PGRI 7 Denpasar, hingga Rabu (6/7/2022) sudah 140 orang. Kendati berada di lingkungan padat penduduk di Jl. Waturenggong Gg. XVII, Panjer, Denpasar Selatan, sekolah ini konsisten tiap tahun menerima empat kelas dengan jumlah siswa tiap kelas 36 orang. Ini dilakukan untuk menjaga mutu dan kualitas pendidikan.
Calon siswa baru dikenakan biaya pendidikan Rp2.050.000. Biaya itu sudah termasuk uang pakaian dan SPP Juli. Itu pun masih bisa dicicil dua kali. Khusus untuk warga Panjer diberi keringanan Rp300 ribu.
Sementara untuk SPP juga tergolong paling rendah yakni Rp250 ribu, sudah termasuk uang OSIS, sumatif, dan pengembangan diri. Pendaftaran PPDB masih dibuka hingga 8 Juli 2022.
SMP PGRI 7 Denpasar memiliki keunggulan prestasi di sepak takraw dan rindik. Dua prestasi ini sering mendulang prestasi di Porsenijar Kota Denpasar dan event bergengsi lainnya.
Di sekolah ini, sejak kelas VII siswa sudah diberi keterampilan tambahan IT, tata hidangan (food & baverage service) dan tata graha (house keeping), serta bahasa Jepang dan bahasa Inggris perhotelan. Program plus ini, diberikan dua jam/minggu di luar jam kurikulum efektif belajar dengan pengajar melibatkan praktisi pariwisata.
‘’Pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mayoritas lulusan kami melanjutkan studi ke SMK program pariwisata,’’ ujar Ketut Riasa yang juga dipercaya masyarakat menjadi Jero Bendesa Adat Gerih, Abiansemal, Badung.
Selain sarana belajar yang representatif serta dilengkapi lab perhotelan, sekolah ini juga menyiapkan 11 jenis ekstrakurikuler. Di antaranya, KIR, tari Bali, sepak bola, sepak takraw, pramuka, PMR, tenis meja, catur, bulu tangkis, majejahitan dan makidung. tra























