SMP PGRI 3 Denpasar Raih Medali Emas di WYIE Malaysia Berkat Eco-Shield

TIM peneliti Spiga terdiri dari Ni Putu Ary Nindya Desyanthi, Made Nanda Calya, dan Aulia Maesaroh, meraih medali emas (gold medal) dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia pada 29-31 Mei 2025. Foto: ist
TIM peneliti Spiga terdiri dari Ni Putu Ary Nindya Desyanthi, Made Nanda Calya, dan Aulia Maesaroh, meraih medali emas (gold medal) dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia pada 29-31 Mei 2025. Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – SMP PGRI 3 Denpasar berhasil meraih medali emas (gold medal) dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 yang dilaksanakan di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia pada 29-31 Mei 2025. Raihan medali emas yang dibawa pulang oleh tim peneliti Spiga pada kategori teknologi inovatif dalam bidang lingkungan.

Inovasi yang dipresentasikan berjudul Eco-Shield: Penggunaan Ekstrak Bunga Pacar Air Ungu (Impatiens Balsamina L.) dan Ekstrak Pucuk Daun Mangga (Mangifera indica) sebagai Inhibitor Organik Anti-Korosi.

Read More

Tim peneliti Spiga terdiri dari Ni Putu Ary Nindya Desyanthi, Made Nanda Calya, dan Aulia Maesaroh yang dibimbing oleh Ni Luh Sugiranjani sebagai guru mata pelajaran IPA. Sugiranjani ini secara intensif mendampingi ketiga siswanya sejak tahap penyusunan konsep, eksperimen di laboratorium, hingga finalisasi dan presentasi karya.

Inovasi ini mengeksplorasi potensi ekstrak alami dari bunga pacar air ungu (Impatiens balsamina L.) dan pucuk daun mangga (Mangifera indica) sebagai inhibitor organik dalam pencegahan korosi pada logam. Penggunaan bahan alami sebagai alternatif inhibitor sintetis menjadi perhatian utama karena sifatnya yang ramah lingkungan, biodegradable, serta potensi ekonominya yang tinggi.

Desyanthi mengatakan, penelitian ini juga mengkaji interaksi kimia antara senyawa aktif dalam ekstrak dengan permukaan logam, serta membandingkan efisiensi inhibisi masing-masing bahan secara terpisah dan dalam kombinasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan formula anti korosi berbasis bahan hayati lokal yang potensial untuk diterapkan pada industri, khususnya dalam perlindungan logam terhadap kerusakan akibat lingkungan yang korosif.

WYIE merupakan bagian dari International Invention, Innovation & Technology Exhibition (ITEX) yang merupakan Kompetisi Penelitian dan Expo Inovasi Produk level Internasional yang diikuti oleh inventor dan inovator dari berbagai negara di seluruh dunia. Kompetisi ini berlangsung pada tanggal 28–31 Mei 2025, dan menjadi salah satu ajang bergengsi yang mempertemukan penemu muda untuk menampilkan karya inovasi terbaik mereka di hadapan dewan juri dan pengunjung internasional.

Kepala SMP PGRI 3 Denpasar, Ni Made Chandra Widayanti, mengapresiasi capaian ini sebagai bentuk nyata kontribusi siswanya dalam inovasi berbasis ilmu pengetahuan. Dirinya menyampaikan bahwa keberhasilan tim ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi antara siswa dan guru pembimbing yang memiliki rekam jejak kuat dalam bidang riset dan inovasi.

Untuk diketahui, Kompetisi WYIE 2025 ini telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya melalui proses seleksi ketat yang menilai kelayakan teknis, kebaruan ide, dan dampak sosial dari inovasi yang diajukan. Tim peneliti Spiga berhasil melewati seluruh tahapan seleksi dan lolos sebagai finalis untuk mengikuti presentasi langsung di KLCC, Malaysia.

Dalam tahapan ini, seluruh finalis wajib membuka stand pameran dan mempresentasikan hasil inovasi mereka di hadapan dewan juri internasional serta pengunjung dari kalangan akademisi, industri, dan pemerintahan. Ajang WYIE ini juga menjadi sarana penting untuk menciptakan kolaborasi antara penemu dan organisasi internasional dalam bidang teknologi dan inovasi.

Pameran ini terbagi dalam berbagai kategori seperti Agriculture, Biotechnology, Environmental Innovation, Green Technology, dan Engineering Devices, serta beberapa lainnya yang menjadi ruang aktualisasi bagi para inovator muda untuk menunjukkan solusi nyata terhadap isu-isu global.

Terpisah, Kadisdikpora Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama; dan Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar, I Nengah Madiadnyana, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kerja keras tim Spiga yang telah mempersiapkan diri dengan sangat baik. “Prestasi ini membuktikan bahwa siswa SMP PGRI 3 Denpasar tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu melahirkan solusi aplikatif yang menjawab kebutuhan masyarakat. Semoga inovasi ini bisa terus dikembangkan dan memberi manfaat nyata,” ujar Agung Wiratama.

Dengan prestasi ini, SMP PGRI 3 Denpasar berharap semakin banyak mahasiswa yang terpacu untuk berkarya, berinovasi, dan meraih prestasi di tingkat internasional. “Semoga karya siswa SMP PGRI 3 Denpasar dapat terus berkembang, membanggakan nama sekolah, dan berkontribusi dalam membangun bangsa melalui inovasi teknologi yang berdampak luas,” tutur Madiadnyana menambahkan. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.