POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Siswa SMPN 3 Denpasar kembali mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas pada ajang internasional World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 yang diselenggarakan pada 29-31 Mei 2025 di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) Malaysia. WYIE 2025 yang diselenggarakan oleh Asian Caucus of Invention Associations (ACIA) ini menjadi sebuah kompetisi yang menarik para inventor dari seluruh dunia, termasuk dari universitas, lembaga penelitian, inventor perorangan, dan perusahaan.
Siswa SMPN 3 Denpasar, I Gusti Made Krisna Putra Darma, membawa pulang medali emas dengan karya inovasi yang diberi judul, Suntheberry: Inovasi Tabir Surya Ramah Lingkungan Berbasis Teh Hijau dan Stroberi sebagai Solusi untuk Menyelamatkan Terumbu Karang.
Banyak masyarakat belum menyadari bahwa tabir surya yang mereka gunakan setiap kali beraktivitas di pantai atau laut, bisa menjadi ancaman serius bagi kelestarian terumbu karang. Kandungan bahan kimia seperti oxybenzone dan octinoxate yang lazim ditemukan pada sunscreen komersial telah terbukti menyebabkan kerusakan DNA pada karang, mengganggu pertumbuhan dan regenerasi, memicu pemutihan (bleaching), bahkan melemahkan sistem imun alga simbiotik penting bernama zooxanthellae—yang menjadi sumber energi utama bagi karang.
Dampak ini bukan hal sepele. Diperkirakan antara 4.000 hingga 6.000 ton sunscreen mencemari laut setiap tahun, terutama di kawasan wisata tropis seperti Bali, di mana interaksi manusia dengan laut sangat intensif. Akibatnya, ekosistem laut yang rapuh semakin tertekan, dan ribuan spesies yang bergantung pada keberadaan terumbu karang terancam kehilangan habitatnya.
Melihat situasi ini, lahirlah Suntheberry, yang menggabungkan ilmu pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan kreativitas lokal. Suntheberry adalah tabir surya alami yang diformulasikan dari kombinasi ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis, 5%) dan buah stroberi (Fragaria x ananassa, 12,5%). Keduanya dikenal memiliki kandungan antioksidan tinggi yang mampu menangkal efek buruk radikal bebas akibat paparan sinar UV.
Dilengkapi dengan non-nano zinc oxide sebagai agen pelindung fisik dari sinar UVA dan UVB, Suntheberry tidak hanya melindungi kulit dari risiko sunburn, penuaan dini, dan kanker kulit, tetapi juga tidak mencemari laut karena bebas dari bahan kimia berbahaya. Formulasinya telah diuji secara fisik untuk memastikan kestabilan, pH, homogenitas, serta nilai SPF yang memadai, dan hasilnya menunjukkan bahwa produk ini aman digunakan pada semua jenis kulit dan memiliki potensi tinggi untuk diproduksi secara massal.
Suntheberry bukan sekadar produk kecantikan, tetapi gerakan perubahan yang dimotori oleh generasi muda untuk membangun kesadaran lingkungan. Dengan mengganti sunscreen kimia berbahaya dengan tabir surya alami seperti Suntheberry, masyarakat tidak hanya menjaga kesehatan kulit, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menyelamatkan terumbu karang, menjaga keberlanjutan laut, dan mewariskan bumi yang lebih sehat untuk generasi berikutnya.
Kepala SMPN 3 Denpasar, Ni Nengah Sujani, dengan senyum mengembang mengatakan prestasi yang diraih oleh siswa SMPN 3 Denpasar pada WYIE 2025 menjadi pembuka visibilitas SMP di Denpasar, Bali di mata Internasional. Inovasi yang dihasilkan juga memberikan kontribusi nyata terhadap perkembangan inovasi di bidang sains dan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh banyak orang.
Selain itu, keberhasilan ini menunjukkan bahwa siswa SMPN 3 Denpasar mampu bersaing dan unggul di kancah internasional, serta membawa solusi-solusi inovatif untuk permasalahan global. Prestasi ini juga menunjukkan bahwa SMPN 3 Denpasar memiliki ekosistem pendidikan yang mendukung siswa untuk mengembangkan bakat dan potensi mereka. tra























