SMP Dharma Praja Siapkan Guru Implementasikan Kurikulum Merdeka, Tahun Ini Terima Tujuh Kelas Siswa Baru

KABID Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, foto bersama Kasek Nyoman Duma Asmaranata, Ketut Tanu, dan para guru saat workshop Implementasi Kurikulum Merdeka, Jumat (27/5/2022). Foto: tra
KABID Pembinaan SMP Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, foto bersama Kasek Nyoman Duma Asmaranata, Ketut Tanu, dan para guru saat workshop Implementasi Kurikulum Merdeka, Jumat (27/5/2022). Foto: tra

DENPASAR – Seluruh guru SMP Dharma Praja Denpasar, sejak Jumat (27/5/2022) mengikuti workshop Implementasi Kurikulum Merdeka. Agenda worskhop dibuka Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, ST.

Kepala SMP Dharma Praja Denpasar, I Nyoman Duma Asmaranata, SS., mengatakan, workshop diselenggarakan untuk mempersiapkan  guru-guru menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun ajaran 2022/2023 mendatang. Sebagai tahap awal, Implementasi Kurikulum Merdeka akan diterapkan pada siswa kelas VII.

Read More

Duma mengungkapkan, ada beberapa paradigma baru yang perlu dipahami para guru sebelum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, agar bisa maksimal dalam penerapannya. Mengingat

Kurikulum Merdeka akan lebih fleksibel, dimana guru dapat melakukan pendekatan sesuai dengan kondisi siswa, kebutuhan siswa sehingga guru memiliki kebebasan dalam memilih pendekatan pembelajaran.

Ia berharap dari pelaksanaan workshop selama 4 hari mulai tanggal 27, 28, 30 dan 31 Mei 2022, para guru mengetahui kebijakan pemerintah terkait Kurikulum Merdeka serta mampu mengimplikasikan Kurikulum Merdeka, dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar dalam upaya mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Agenda workshop menghadirkan Pengawas SMP, Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd.; kepala sekolah dari Sekolah Penggerak yakni, Ir. Ni Nyoman Serayawati, MM., dan Ni Luh Putu Rusmana Dewi, M.Pd. Pembukaan workshop juga dihadiri Ketua Komite SMP Dharma Praja Denpasar, Dr. Drs. I Ketut Tanu, M.Si.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Disdikpora Kota Denpasar, AA Putu Gede Astara, mengatakan, Kurikulum Merdeka yang menggantikan Kurikulum 2013 ini merupakan kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi sekaligus sebagai terobosan dalam dunia pendidikan. Menurut Agung Astara, tolok ukur keberhasilan Kurikulum Merdeka adalah dari keceriaan (kebahagiaan) anak dan kemampuan mereka berkolaborasi menyelesaikan beragam persoalan.

‘’Bagaimana lembaga pendidikan mampu menciptakan budaya perilaku positif dalam mencetak SDM yang berkualitas dari waktu ke waktu sebagaimana nilai yang terkandung dalam Profil Pelajar Pancasila,’’ ungkap Agung Astara.

Terkait penyesuaian kurikulum, Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, menurutnya terus mengajak komponen sekolah untuk menyikapi secara positif adanya perubahan kurikulum dan menyesuaikan dengan kebutuhan. Menurutnya dalam dunia pendidikan perubahan juga bergantung peran guru yang sangat dominan.

Agung Astara juga mengapresiasi komitmen SMP Dharma Praja Denpasar ikut meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Denpasar. Sarana belajar dan prestasi SMP Dharma Praja, kata Agung Astara, tak kalah dengan sekolah negeri.

Karena itu, ia meminta masyarakat tak ragu jika ingin melanjutkan pendidikan putra-putrinya di SMP Dharma Praja Denpasar. Siswa yang mendaftar duluan dengan menyertakan persyaratan langsung diterima.

Tahun ajaran 2022/2023 ini, SMP Dharma Praja Denpasar menargetkan menerima tujuh kelas siswa baru. Jumlah ini tak melihat potensi yang ada karena sekolah ini berdiri di tengah pemukiman. Namun, SMP Dharma Praja tetap komit menjaga kualitas pendidikan. tra

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.