POSMERDEKA.COM, BANGLI – SMKN 1 Bangli kini mempunyai kiat tersendiri dalam menangani sampah, mengingat sebelumnya kewalahan dalam menangani sampah. Sekolah tidak lagi dipusingkan dengan anggaran pembelian pupuk untuk memelihara tanaman di sekitar sekolah. Cukup menggunakan kompos yang dihasilkan dari program teba modern.
Program ini mengimplementasikan Surat Edaran Sekda Provinsi Bali Nomor 2/2025 tentang Implementasi Pergub Bali Nomor 97/2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai,.
Kepala SMKN 1 Bangli, I Nyoman Susila, Rabu (21/5/2025) mengatakan, pengolahan sampah melalui program teba modern jauh lebih efektif. Pula menjadi pengganti pupuk kimia yang, dalam jangka panjang, justru berdampak negatif terhadap lingkungan.
“Program teba modern yang dikembangkan di sekolah bertujuan menerapkan prinsip pengelolaan sampah berbasis sumber. Ini menjadikan sekolah sebagai tempat edukasi dan praktik ramah lingkungan, meningkatkan kesadaran bagi warga sekolah, serta menggunakan biopori sebagai solusi pengolahan sampah organik,” terangnya.
Meski sekarang bisa menerapkan teba modern, dia mengakui di awal pembuatan biopori di sekolahnya sebatas untuk mengatasi banjir atau genangan air yang sering kali terjadi pada musim hujan. Hingga saat ini di SMKN 1 Bangli terdapat 20 lobang biopori.
Namun, tidak semuanya digunakan sebagai tempat pengolahan sampah organik. “Dua biopori tetap dikhususkan menjadi sumur resapan untuk mengatasi genangan air di musim hujan,” pungkasnya. gia
























