Siswa SMPN 10 Denpasar Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Elpiji

  • Whatsapp
Foto: KARYA INOVASI SISWA SMPN 10 Denpasar, Putu Khrisna Devara Hananda Yasa, memperlihatkan alat pendeteksi kebocoran gas saat pameran inovasi serangkaian HUT ke-232 Kota Denpasar.
Foto: KARYA INOVASI SISWA SMPN 10 Denpasar, Putu Khrisna Devara Hananda Yasa, memperlihatkan alat pendeteksi kebocoran gas saat pameran inovasi serangkaian HUT ke-232 Kota Denpasar.

DENPASAR – Kebakaran yang diakibatkan oleh bocornya gas berbahaya seperti elpiji, tak perlu terlalu dirisaukan. Pasalnya, saat ini telah ditemukan alat pendeteksi kebocoran gas sehingga ledakan maupun kebakaran yang diakibatkannya bisa dihindari.

Adalah Putu Khrisna Devara Hananda Yasa, siswa SMPN 10 Denpasar yang berhasil menemukan alat canggih tersebut. Temuan Devara dipamerkan pada pameran inovasi serangkaian HUT ke-232 Kota Denpasar di Lumintang.

Bacaan Lainnya

‘’Alat pendeteksi kebocoran gas elpiji yang saya buat ini sangat praktis, mudah digunakan dan dapat berfungsi untuk memberikan peringatan dengan buzzer apabila ada kebocaran gas elpiji berdasarkan kadar metana dan kemudian akan dibuang keluar oleh kipas,’’ terangnya, Kamis (27/2/2020).

Menurut Devara, ada empat keunggulan yang dimiliki alat pendeteksi kebocoran gas buatannya itu. Pertama, kebocoran gas elpiji diketahui oleh sensor MQ-2 dan dapat ditampilkan di LCD dengan cepat dan akurat. Kedua, cara kerja alat ini sangat praktis.

Ketiga, alat ini dapat mendeteksi kebocaran gas elpiji sampai 1.000 PPM. Terakhir, sebagai pencegahan terjadinya musibah yang diakibatkan oleh kebocoran gas elpiji karena sudah memasang kipas sebagai salah satu solusi apabila terkadi kebocoran.

Ia menyebut, sensor MQ-2 sangatlah sensitif untuk gas elpiji dan umurnya panjang. Sementara buzzer digunakan untuk mengeluarkan bunyi yang keras sebagai pengingat. ‘’Cara kerja alat ini adalah akan terjadi kenaikan nilai ppm setelah sensor MQ-2 membaca metana dari kebocoran gas LPG. Alat ini bisa mendeteksi kadar ppm sampai 1.000 ppm,’’ terangnya.

Baca juga :  Akhiri Masa Kampanye, Paslon di Karangasem Mareresik di Pura Jagatnata

Begitu buzzer berbunyi, lanjutnya maka dapat dijadikan pedoman bagi orang yang ada di sekitar ruangan, apabila terjadi kebocoran tabung gas. Sehingga, mereka dapat lebih waspada, dengan harapan tidak sampai menjadi korban dari ledakan tabung gas elpiji.

Devara mengaku penemuan alat tersebut terilhami oleh banyaknya kejadian ledakan atau kebakaran akibat bocornya gas yang tersambung ke kompor. Penggunaan kompor gas, katanya, selain irit juga minim polusi. Namun kenyataannya, ada bahaya lain yang mengancam, yaitu ledakan. “Maka kami berpikir, dan akhirnya terciptalah alat itu,” tukasnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.