Sisa Kios Pasar Banyuasri Belum Terisi, Perumda Pasar Buleleng Terima Beberapa Pemohon

  • Whatsapp
AKTIVITAS para pedagang di Pasar Banyuasri, Buleleng. Foto: rik
AKTIVITAS para pedagang di Pasar Banyuasri, Buleleng. Foto: rik

BULELENG – Pasar Banyuasri di Kelurahan Banyuasri, Buleleng, mulai beroperasi sejak 26 Maret lalu. Kini, para pedagang pasar Banyuasri sudah berpindah ke tempat yang baru. Artinya, untuk pedagang pasar Banyuasri yang telah mengambil undian dan punya register, telah masuk ke pasar yang baru ini.

Direktur Utama Perumda Pasar Arga Nayottama Buleleng, Made Agus Yudiarsana, mengatakan, relokasi pedagang dari pasar darurat sudah berjalan sampai saat ini. ‘’Berdasarkan hasil pantauan manajemen, semua telah berjalan termasuk relokasi pedagang dari pasar darurat,’’ kata Yudiarsana.

Bacaan Lainnya

Dari laporan manajemen, khusus untuk sisa kios yang belum terisi, kini sudah ada beberapa pemohon yang masuk. Dan sekarang ini, masih dalam proses penghitungan untuk mengetahui berapa jumlah akhir dari kios yang terisi. Proses pengisian tidak jauh berbeda dari proses yang sebelumnya sudah berjalan.

‘’Para peminat bisa mengajukan permohonan dengan persyaratan yang harus dipenuhi. Tentunya ada syarat harus dipenuhi, termasuk juga biaya administrasi untuk mendapatkan register. Per kios itu untuk registrasi sebesar Rp50 juta,’’ ujar Agus Yudiarsana.

Sementara disisi lain, sebelumnya ada sejumlah pemilik toko maupun kios di pasar Banyuasri justru akan mengontrakkan toko atau kios milik mereka selaku pemegang hak. Ada beberapa alasan, sehingga mereka memilih untuk mengontrakkan toko atau kios milik mereka kepada orang lain untuk usaha.

Baca juga :  6.000 Pelari Meriahkan Valentine Day

Yudiarsana mengaku, pemilik hak sah-sah saja untuk mengontrakkan toko, kios, ataupun lapak yang mereka miliki. Tapi proses kontrak harus diketahui oleh pihak pertama yakni Perumda Pasar Buleleng. Sebab, ada biaya administrasi 2,5 persen dari nilai kontrak yang akan dikenakan pada para pihak.

‘’Kalau mengacu aturan di Perumda Pasar, boleh-boleh saja. Sepanjang itu sepengetahuan kami. Tapi kalau nantinya itu ada, ya menurut aturan kami, boleh-boleh saja dan itu ada biaya administrasi yang dikenakan,’’ jelas Yudiarsana.

Untuk waktu operasional pasar tumpah, menurut Yudiarsana, ada perbedaan waktu. Jika los atau kios di dalam waktu operasional yakni pukul 05.00 sampai 17.00. Lalu, operasional pedagang bermobil yaitu pukul 14.00 sampai 18.00 shif pertama. Akan ada tiga shif untuk pedagang bermobil.

Sementara untuk pasar tumpah, waktu operasionalnya dari pukul 18.00 sampai 04.00. ‘’Untuk pasar tumpah ketika situasi hujan, kami pakaikan terpal. Tapi, pedagang di pasar tumpah tetap tidak boleh menggunakan fasilitas permanen. Ketika waktu tutup, para pedagang harus membersihkan semua,’’ pungkas Yudiarsana. rik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.