Sirkuit Lantan Bakal Jadi “Sport Tourism” Pelengkap Mandalika

SEJUMLAH crosser dunia tengah bersiap-siap menjajal Sirkuit Lantan 459 Motocross di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng). Foto: ist
SEJUMLAH crosser dunia tengah bersiap-siap menjajal Sirkuit Lantan 459 Motocross di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng). Foto: ist

MATARAM – Sirkuit Lantan 459 Motocross yang dibangun di wilayah utara Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), tepatnya Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, terus menjadi perhatian publik di Provinsi NTB. Hal itu menyusul, sirkuit yang memiliki panjang lintasan 1,7 kilometer dengan 18 tikungan ini, memiliki daya tarik pariwisata yang berbeda dengan sirkuit lainnya.

Sirkuit ini berada jalur wisata yang berdekatan dengan kawasan hutan Gunung Rinjani yang kaya akan air terjun dan hutan yang masih rimbun alias ‘perawan’. ‘’Jadi, siapapun  yang datang lokasi ini, pengunjung akan disuguhkan suasana asri dan sejuk. Maka, konsep sport tourism akan terlihat jelas, sehingga akan menjadi perpaduan yang saling melengkapi dengan telah adanya sirkuit balap motor dunia, yakni Mandalika,’’ ujar Bupati Loteng, HL. Pathul Bahri, Rabu (11/5/2022).

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua DPD Gerindra NTB, itu ide awal dari pembangunannya, justru bukan untuk gaya-gayaan atau bersaing dengan rencana Pemprov NTB dan Pemkab Sumbawa yang kini membangun Sirkuit MXGP di Samota. ‘’Yang ada kami ingin sirkuit motocross Lantan ini, tidak sekadar menjadi arena balap dunia, tapi juga menjadi destinasi yang layak dikunjungi. Jadi, penonton yang datang ke Lombok Tengah akan bisa puas pelesiran,’’ kata Pathul.

Baca juga :  Lacak Postingan di Medsos, Bawaslu Gandeng Polda Bali

Sirkuit Motocross ini, sambung dia, keberadaanya juga dijadikan sebagai sarana untuk mencari bibit atau talenta muda sebagai crosser andal yang mampu berbicara di level nasional, bahkan Internasional. ‘’Kita juga berpikir bagaimana atlet kita bisa berlaga di PON, ini bisa kita jadikan tempat untuk persiapan PON. Sekaligus sebagai sport center untuk akomodir pebalap lokal,’’ tegas Pathul.

Ada 64 orang crosser yang sudah mendaftar untuk ajang peluncuran sekaligus lomba motocross di sirkuit tersebut. Tercata, ada sekitar 64 pebalap, 11 pebalap di antaranya berasal dari luar negeri seperti Prancis, Italia, dan Rusia.

‘’Target kita adalah, sirkuit Lantan 459 Motocross melengkapi sirkuit MotoGP Mandalika. Jadi, muaranya yakni, kita ingin mengawinkan antara olahraga dan wisata,’’ tandas Pathul.

Sementara itu, Gubernur NTB, H. Zulikieflimansyah, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemda Lombok Tengah yang membangun sirkuit tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah tepat untuk menggerakkan perekonomian warga saat ini.

‘’Sebuah perjalanan panjang harus dimulai dari keberanian mengayunkan langkah pertama. NTB merupakan provinsi yang kecil, namun diisi oleh jiwa-jiwa yang memiliki cita-cita besar,’’ ujar Gubernur.

Gubernur Zul mengatakan, pembangunan sirkuit ini tidak lepas dari kisah sukses MotoGP di Sirkuit Mandalika. Bupati Lombok Tengah yang terinspirasi event MotoGP 2022 langsung membangun sirkuit untuk motocross.

Selama penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, perputaran uang mencapai Rp 606,7 miliar. ‘’Lombok Tengah wilayah selatan ada MotoGP, wilayah utara ada internasional event motocross yang mudah-mudahan mampu menghadirkan keramaian lebih dari biasanya dalam menggerakkan ekonomi,’’ ujarnya.

Baca juga :  PT Pegadaian Siapkan Relaksasi Nasabah, Ini Jenisnya

Menurutnya, langkah pertama tidak ada yang sempurna. Mungkin saat ini banyak aparatur sipil negara (ASN) yang datang.

Terpisah, Tim Track Inspection Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, Sutejo, mengatakan, bahwa sirkuit Motocross 459 Lantan, sudah dinilai layak menggelar event tingkat nasional dan Asia berdasarkan hasil track inspection atau homologasi lintasan. ‘’Dari lebar track, berapa titik amannya, pas ujicoba kemarin hanya segelintir pembalap pemula jatuh berarti aman dan layak,’’ ungkap dia.

‘’Jarak untuk akses masuk, tinggi table top-nya berapa, jarak rumah sakit berapa kilo, itu juga kita perhitungkan, dan dari semua itu, catatan kita sangat layak,’’ ujar Sutejo menandaskan. rul

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.